Aniaya Satu Keluarga, Dua Anak Caleg Dilaporkan Polisi

Aniaya Satu Keluarga, Dua Anak Caleg Dilaporkan Polisi

Enggran Eko Budianto - detikNews
Sabtu, 22 Feb 2014 17:05 WIB
Mojokerto - Dua anak caleg (calon legislatif) DPRD Kabupaten Mojokerto, menganiaya satu keluarga di rumah orang tuanya, Desa Gemekan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. Akibatnya, adik kakak ini dilaporkan korban ke Mapolsek Sooko.

Kapolsek Sooko AKP Heru Wijatmiko membenarkan kejadian tersebut. Namun pihaknya saat ini belum melakukan penahanan terhadap kedua pelaku.

"Kedua pelaku dan para korban sudah kami mintai keterangan. Kami akan pertemukan korban dengan pelaku untuk mengkonfrontir keterangan kedua pihak," jela AKP Heru Wijatmiko, Sabtu (22/2/2014).

Menurut Farida Ratnasari (29), warga Desa Gemekan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, korban penganiayaan yang juga saudara ipar kedua pelaku menceritakan, saat kejadian, dia bersama suaminya, Rendra Kurniawan (31) dan putrinya berinisial FMK (7) berkunjung ke rumah mertuanya yang juga rumah kedua pelaku di desa setempat.

Mengetahui kedatangan Rendra dan keluarganya, Andik Teguh Prayitno (35) menagih utang kepada Rendra. Karena Rendra belum bisa membayar utang tersebut, Andik marah dan menganiaya adik kandungnya itu dengan mencekik leher dan memukuli kepala Rendra.

Mendengar keributan di rumahnya, Aris Trihartanto (30) yang juga adik kandung Andik, bukannya melerai, malah ikut menganiaya Rendra. Keduanya memukuli saudara kandungnya itu hingga mengalami beberapa luka memar di bagian kepalanya.

"Tiga bulan lalu, suami saya utang ke teman Andik, orang Malang, mantan suami dari istrinya Andik sekarang. Saat kejadian tanggal 15 Februari, suami saya ditagih oleh Andik. Suami saya menolak membayar karena belum punya uang. Lagian utangnya bukan ke Andik," kata Farida kepada detikcom saat mendampingi pemeriksaan putrinya di Mapolsek Sooko.

Mengetahui suaminya dianiaya saudara kandungnya sendiri, Farida berusaha melerai. Namun, pelaku Andik menendang perut Farida hingga terpental. Hal yang sama juga dialami FMK, putri pasangan Farida dan Rendra. Saat berusaha menolong ayahnya, bocah kelas satu sekolah dasar ini mendapatkan bogem mentah dari pamannya sendiri, Aris Trihartanto. Akibatnya, pelipis sebelah kanan FMK berdarah.

"Saya mau nolong bapak, kena sikunya om Aris," ungkap FMK saat ditemui di Mapolsek Sooko.

Tak terima dengan perlakuan kedua pelaku, Farida pun melaporkan keduanya ke Mapolsek Sooko. Farida mengaskan, masalah utang piutang tidak ada hubungannya dengan kedua pelaku. "Yang kasih utangan sampai sekarang belum nagih. Soalnya jatuh temponya antara bulan 2 atau bulan 3," ungkapnya.

(bdh/bdh)
Berita Terkait