"Tadi otopsi selesai dilakukan. Kami masih berusaha mengetahui identitas korban," jelas Kasatreskrim Polres Malang AKP Aldy Sulaeman, Jumat (21/2/2014).
Ciri lain diketahui, korban memiliki tinggi badan sekitar 155-160 centimeter. Korban memiliki wajah oval dan berkulit sawo matang. "Ada sembilan luka tusuk di tubuh korban," jelas Aldy.
Pakaian dan aksesoris milik korban sudah diamankan petugas sebagai barang bukti.
"Keyakinan kami, dua karung berisi potongan tubuh korban dibuang jauh dari lokasi ditemukan. Dugaan kuat dua karung itu terbawa banjir," beber Aldy.
Polisi juga tidak menemukan tanda-tanda kekerasan seksual pada jasad korban saat otopsi. "Harapan kami uji DNA bisa mengungkap identitas korban nantinya," tandas Aldy.
Hari ini, sudah dua warga mendatangi Polres Malang untuk mengecek ciri-ciri korban mutilasi. Hasilnya, mereka belum menyakini jika korban adalah kerabat mereka.
"Ada dua warga tadi datang kesini untuk melihat. Tapi katanya bukan keluarga mereka," ucap anggota Polres Malang.
Seperti diberitakan, mayat wanita di dalam karung goni ditemukan di aliran Sungai Brantas Desa Senggreng, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang. Saat ditemukan, mayat tersebut ditemukan tanpa kepala dan tangan.
Kuat dugaan wanita ini menjadi korban mutilasi. Guna proses penyelidikan, jasad tak utuh ini dibawa ke Rumah Sakit dr Saiful Anwar (RSSA) Malang.
(bdh/bdh)











































