Bahkan sudah merambah ke desa sebelah, yakni Desa Cemara. Munculnya retakan baru itu hasil temuan petugas gabungan dari Koramil Suboh dan Pusdalops BPBD Situbondo.
Hasil pantauan petugas gabungan luas retakan baru itu memiliki panjang sekitar 200 meter dan lebar 12 cm dengan kedalaman mulai 50 cm hingga 1,27 meter. Meski begitu belum ada rencana evakuasi warga karena lokasi retakan dinilai cukup jauh dari pemukiman warga.
"Untuk evakuasi warga belum, karena lokasi retakan cukup jauh. Cuma ini jelas menjadi ancaman karena ternyata se arah dengan retakan yang di Gunung Kidul," kata Danramil Suboh Kapten Inf Kardiman, Jumat (21/2/2014).
Retakan baru di perbukitan Desa Cemara itu diduga akibat guyuran hujan deras beberapa hari terakhir. Retakan tanah di Desa Cemara itu membuat warga Dusun Gunung Kidul Desa Mojodungkul makin resah. Mereka kini cemas untuk lalu lalang dari pengungsian ke rumahnya untuk melihat tanaman atau menengok rumahnya, seperti yang biasa dilakukan sebelumnya.
"Sekarang saya semakin takut untuk melihat rumah, Pak. Ini sudah ada retakan baru di desa Cemara,” tandas Musa, seorang pengungsi.
Kepala Pelaksana BPBD Situbondo Zainul Arifin mengatakan, lokasi retakan tanah di Desa Cemara berada di areal persawahan dan jauh dari lokasi pemukiman warga. Sehingga tidak diperlukan adanya evakuasi warga.
"Kalau pun terjadi longsor maka akan langsung ke sungai. Itu hasil survei yang kami dapatkan," tandas Zainul Arifin.
(fat/fat)











































