Kedua satwa ini sebelumnya sudah masuk dalam daftar satwa berumur tua. Sebelum mati, dua satwa ini juga tengah menjalani perawatan dan pengawasan di ruang karantina KBS.
"Dua satwa yang mati selama dua hari masuk dalam daftar satwa yang sudah berumur tua," kata Humas KBS, Agus Supangkat kepada detikcom, Jumat (21/2/2014).
Menurut Agus, Babon yang berusia 25 tahun ditemukan mati pada pukul 02.58 WIB, Kamis (20/2) dinihari kemarin. Dari hasil otopsinya, kematian Babon disebabkan dua organnya rusak. "Limpa dan hatinya mengalami kerusakan," ungkap Agus.
Sebelum mati, kata Agus, Babon sudah menjalani perawatan 6 minggu oleh tim dokter di kandangnya. Akibat matinya Babon, KBS tak lagi memiliki koleksi satwa mamalia tersebut. Karena Babon yang mati merupakan koleksi Babon satu satunya yang dimiliki KBS.
Sedangkan satwa lain yang menambah daftar panjang kematian satwa KBS yakni sapi afrika bernama Nike yang ditemukan mati pagi tadi di ruang karantina. "Sebelum mati, sore kemarin satwa endemik Afrika sudah dipindahkan ke ruang karantina untuk mendapat perawatan. Diketahui mati pagi tadi saat tim akan melakukan perawatan," ujarnya.
Akibat matinya Nike, koleksi sapi Afrika KBS tinggal dua ekor, satu betina dan satu ekor yang belum diketahui jenis kelaminnya karena masih berumur muda.
"Untuk penyebab kematian sapi Afrika masih belum diketahui karena saat ini otopsi sedang berlangsung," tandas Agus.
(bdh/bdh)










































