"Nantinya kita harus melakukan pengerukan waduk. Elevasi diturunkan agar bisa menampung material vulkanik," kata Humas Perum Jasa Tirta (PJT) I Tri Hardjono, Jumat (21/2/2014).
Ia mengaku, tubuh bendungan, rip-rap dan sistem pematusan bendungan masih tertutup abu vulkanik. Selain itu, juga terjadi kerusakan pada Kantor Sub Divisi Jasa Air dan Sumber Air (DJA) II-2, atap serta kelengkapan fasilitas berupa kantor, wisma, cottage dan sarana rekreasi lainnya juga tertimbun abu vulkanik.
"Kerugian kita taksir mencapai miliran rupiah," akunya.
Sementara itu Bendungan Selorejo memiliki kapasitas tampung air sebesar 31.110.000 meter kubik, dengan panjang puncak 450 meter, lebar puncak 8 meter, tinggi 49 meter, lebar dasar 312 meter, volume bangungan bendungan 1.990.000 meter kubik.
"Selain berfungsi untuk pengendalian banjir. Bendungan Selorejo juga untuk air irigasi, pembangkit tenaga listrik kapasitas 4,5MW serta manfaat lain untuk perikanan darat dan pariwisata," jelasnya.
Ia menambahkan, meskipun kondisi aset PJT I, di kawasan bendungan porak poranda.
Pihaknya tetap mengupayakan bantuan bagi korban terdampak secara maksimal dan berupaya menjaga stabilisasi pasokan air agar tidak menganggu distribusi, meski sampai sejauh ini tidak ada masalah.
"Bantuan untuk warga Desa Pandansari, Ngantru, Banturejo, Mulyorejo, Sumberagung, Kaumrejo, Tulungrejo, Waturejo dan Jombok di Kecamatan Ngantang melalui Kementerian BUMN dari Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) BUMN yang berada di dekat bendungan," tutupnya.
(fat/fat)











































