Status Gunung Kelud Diturunkan Menjadi Siaga

Status Gunung Kelud Diturunkan Menjadi Siaga

Rois Jajeli - detikNews
Kamis, 20 Feb 2014 14:11 WIB
Status Gunung Kelud Diturunkan Menjadi Siaga
Foto dok PVMBG
Surabaya - Hampir sepekan Gunung Kelud meletus dan mengakibatkan lebih 87.000 orang mengungsi. Status Gunung Kelud saat ini sudah diturunkan dari Awas menjadi Siaga.

"Hari ini tanggal 20 Februari 2014, pukul 11.00 wib, Gunung Kelud diturunkan aktivitasnya dari Awas menjadi Siaga," ujar Surono Kepala Geologi Kementerian ESDM saat jumpa pers bersama BNPB, Kapolda Jatim, Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim, serta Kasdam V Brawijaya di Gedung Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Kamis (20/2/2014).

Pria yang biasa disapa Mbah Rono ini menerangkan, sejak kemarin pihaknya sudah memantau aktivitas Gunung Kelud setelah pada Kamis lalu (13/2/2014) pukul 22.50 wib meletus. Dan letusan kelud adalah letusan kering.

"Sejak tanggal 13 Februari sampai kemarin pukul 24.00 wib, Gunung Kelud telah menentukan haknya. Sejak tanggal 13 lalu, telah terjadi penurunan aktivitas. Tidak ada gempa vulkanik yang memunculkan letusan," tuturnya.

Ia menambahkan, gempa tremor menunjukan penurunan. "Saya tidak bisa menentukan nasib Kelud, saya tidak bisa memaksa haknya, tapi Kelud yang menentukan haknya," katanya.

Meski status menurun menjadi Siaga, Kementerian ESDM tetap memberikan batas radius 5 kilometer dari puncak kawah. Serta mewaspadai kawasan yang berada di bantaran sungai.

"Status siaga kelud adalah tidak ada aktifvitas radius 5 km dari kawah Kelud. Dan warga yang berada di bantaran sungai tetap waspada terhadap lahar hujan," terangnya.

Surono menambahkan, pihaknya bangga dengan para pengungsi yang tidak panik terhadap letusan Gunung Kelud.

"Saya bangga pada pengungsi tidak ada yang panik, tidak ada saling serobot. Dan saya bangga dengan pemerintah provinsi, kabupaten Blitar dan Kediri, tidak ada korban dan (pemda) selalu komunikasi. Kapan pun mereka komunikasi, kami siap melayani," terangnya.

Ia berharap, masyarakat yang berada di sekitar Gunung Kelud, kembali optimis dan bangkit kembali serta harmoni dengan Kelud.

"Mari kita menjaga dan menghormati hak Kelud, hak alam dan masyarakat sekitar Klud. Kita dorong bisa hidup harmoni kembali," tandasnya.

(bdh/bdh)
Berita Terkait