Kantor Metro TV Biro Surabaya Didemo Gara-gara Tayangan 'Politik Apa Kata Kiai'

Kantor Metro TV Biro Surabaya Didemo Gara-gara Tayangan 'Politik Apa Kata Kiai'

- detikNews
Rabu, 19 Feb 2014 12:32 WIB
Kantor Metro TV Biro Surabaya Didemo Gara-gara Tayangan Politik Apa Kata Kiai
Foto: Rois Jajeli
Surabaya - Puluhan orang yang tergabung dalam Aliansi Pemuda dan LSM se Bangkalan mendemo kantor Metro TV Biro Surabaya. Mereka mendesak Metro TV untuk meralat, mencabut dan minta maaf atas tayangan Metro Realitas 'Politik Apa Kata Kiai'.

"Masyarakat Bangkalan sangat menyayangkan tayangan Metro Realitas pada 17 Februari jam 11 malam, disitu ada tayangan sangat provokatif, adu domba antara tokoh besar di Kabupaten Bangkalan seperti RKH Fuad Amin dan KH Imam Buchori Holil," kata Safiudin perwakilan dari pendemo kepada wartawan usai diterima Kepala Stasiun Metro TV Biro Surabaya Farid Jafar Sidiq, Rabu (19/2/2014).

Tayangan tersebut dinilai seakan-akan mengungkit masa lalu tentang Pemilihan Bupati Bangkalan. Katanya, tayangan RKH Fuad Amin (mantan Bupati Bangkalan), anaknya Makmun Ibnu Fuad (Bupati Bangkalan terpilih) dan KH Imam Buchori Cholil, seakan-akan mau bentrok lagi.

"Keputusan MK sudah memenangkan RKH Makmun Ibnu Fuad menjadi Bupati Bangkalan itu sudah final. Tapi Metro Realitas itu seakan-akan mencoba melakukan tindakan-tindakan provokatif, sehingga wawancara antara Imam Buchori dan Fuad Amin ini diadu domba. Padahal di Bangkalan sudah damai," tuturnya.

Saifudin yang juga Wakil Ketua DPC Gerindra Kabupaten Bangkalan ini menilai, Metro TV juga dinilai melakukan pembohongan. Pasalnya, ketika reporter Metero TV hendak mewawancarai nara sumbernya KH Fuad Amin (Ketua DPC Partai Gerindra Bangkalan) dengan materi Liputan khusus seputar kesiapan DPC Gerindra Bangkalan dalam menghadapi Pemilu 2014.

Namun, reporter Metro TV tidak menjelaskan ke narasumber bahwa hasil liputannya tersebut akan ditayangkan di Metro Realitas 'Politik Apa Kata Kiai'.

"Berarti sudah ada kebohongan Metro TV dibelokkan untuk tayangan Metro Realitas. Kami melihat Metro TV tidak profesional, tidak independen, dan apakah ada titipan dari pusat untuk menghancurkan Bangkalan. Kami hadir ke Biro Metro TV ini melayangkan surat teguran, klarifikasi," katanya.

Ia menegaskan, Bangkalan tidak bisa dihancurkan oleh Metro TV, karena masyarakat di bawah sudah solid kembali. Sedangkan urusan KH Fuad Amin dengan KH Imam Buchori adalah urusan antara paman dengan keponakan.

"Kami sangat menyayangkan Metro TV sebagai televisi nasional. Metro TV ini kita tahu punya Surya Paloh. Surya Paloh punya Partai NasDem, sehingga apakah mereka memang punya keinginan politik di Bangkalan? ini kita pertanyakan," ujarnya.

Saifudin menegaskan kembali, Metro TV segera mencabut dan meralat tayangan Metro Realitas 'Politik Apa Kata Kiai'. "Dan juga menyampaikan permohonan maaf kepada nara sumber, serta pendegar atau pemirsa selama seminggu berturu-turut di media ini (Metro TV)," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Stasiun Metro TV Biro Surabaya Farid Jafar Sidiq menerima perwakilan dari Bangkalan ini dan menyampaikan pihaknya hanya bisa sekedar menampung aspirasi dan tuntutan dari pendemo serta menyampaikannya ke manajemen Metro TV di Jakarta.

"Ini tayangan nasional. Ini sama sekali tidak ada agenda apa-apa dan 2014 ini tahun politik dan tidak hanya khusus Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) saja," ujar Farid.

(roi/bdh)
Berita Terkait