"Terus terang, pengungsi saat ini butuh beras untuk makan bagi pengungsi. Kalau air mineral masih ada, tapi ya masih tetap dibutuhkan," kata Kepala Biro Kesra Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur Ratnadi Ismaon di posko induk, komplek Gedung Grahadi Surabaya, Jalan Gubernur Suryo, Selasa (18/2/2014).
Ia mengatakan, persediaan beras di posko mulai menipis. Selain kebutuhan pokok, para pengungsi juga membutuhkan perlatan mandi seperti sabun, samphoo, sikat gigi, handuk, pasta gigi.
"Siapa saja yang ingin mengirimkan bantuan bisa dikirimkan ke posko induk," tuturnya.
Sementara itu, bantuan untuk korban bencana letusan Gunung Kelud terus mengalir ke posko induk. Seperti datang dari PT Gaya Makmur (GM) Surabaya. Perusahaan yang bergerak di bidang penjualan alat-alat berat ini memberikan bantuan pembalut wanita dan pampers.
"Kami membaca di media massa. Kebutuhan yang dibutuhkan para pengungsi adalah pembalut wanita dan pampers. Memang bantuan yang kami sumbangkan tidak banyak, tapi semoga bermanfaat," ujar Operation Manager Gaya Makmur Surabaya Dwi Agustin saat menyerahkan bantuan di posko induk dan diterima Kepala Biro Kesra Pemporv Jatim Ratnadi.
(bdh/bdh)











































