Kondisi semburan lumpur saat ini masih mengeluarkan asap putih dari bubble utama. Saat detikcom akan mendekati semburan dengan jarak sekitar 500 meter, juga masih terlihat semburan warna hitam.
Humas BPLS Dwinanto mengatakan bahwa semburan lumpur kondisinya masih normal. "Belum mengalami perubahan dari dampak letusan Gunung Kelud di Kediri, semua masih normal," kata Dwinanto kepada detikcom di lokasi dekat semburan utama, Jumat (14/2/2014).
Meski dianggap normal, namun Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) melakukan antisipasi. Sebab dikhawatirkan ada hubungan antara kegiatan vulkanik Kelud dengan gunung lumpur di Sidoarjo ini.
"Untuk itu kami antisipasi dengan cara melakukan pemantauan semburan (bubble) utama ini," tambahnya.
Dwinanto menambahka,n sesaat setelah terjadinya letusan Gunung Kelud, pihaknya bersama tim Geologi BPLS berupaya mendekati semburan utama dan melakukan pengukuran suhu dan aliran lumpur yang keluar.
"Saat ini semburan lumpur tidak menunjukkan peningkatan," tegasnya.
Sementara suhu di sekitar semburan 45 derajat dan aliran lumpur yang keluar dari semburan utama masih normal. "Nanum BPLS tetap melakukan pemantauan terus setiap 4 jam sekali," pungkasnya.
(fat/fat)











































