Selain itu, warga yang melakukan aktivitas di pagi hari ini terpaksa harus menggunakan masker, tutup kepala hingga payung.
"Mulai Subuh tadi hujan abunya," kata Kikis, warga Kedungadem, Jumat (14/2/2014).
Sementara, Diknas Bojonegoro telah memberikan imbauan kepada sekolah agar meliburkan muridnya, jika kondisi tidak memungkin untuk proses belajar mengajar.
"Sudah kita lakukan koordinasi dengan sekolah, jika memang membahayakan bisa belajar dirumah untuk para siswa," tegas Khusnul Kuluq, Kepala Diknas Bojonegoro.
Sementara itu ketebalan abu di rumah-rumah warga sudah mencapai 1 cm.
(bdh/bdh)











































