Abu Gunung Kelud Juga Dirasakan Warga Madura

Abu Gunung Kelud Juga Dirasakan Warga Madura

Ardi Yanuar - detikNews
Jumat, 14 Feb 2014 08:07 WIB
Abu Gunung Kelud Juga Dirasakan Warga Madura
Illustrasi
Pamekasan - Abu yang dimuntahkan erupsi Gunung Kelud di Kabupaten Kediri, ternyata sampai ke wilayah Pulau Madura. Di Pamekasan, banyak warga yang mencari obat tetes mata lantaran kemasukan abu Kelud. Para pengendara sepeda motor menutup rapat kaca helm agar tidak kemasukan debu Kelud.

Abu Kelud juga terlihat terpapar di kap mobil dan kaca depan sejumlah mobil dinas yang diparkir di Kantor Bupati dan DPRD di Jalan Kabupaten Pamekasan. Juga melekat atap dan jendela kaca sejumlah angkutan pedesaan yang ngetem di Terminal Bugih.

Sementara, langit di wilayah Kabupaten Pamekasan tertutup mendung berwarna hitam. Padahal, hampir sebulan ini wilayah Pamekasan tidak diguyur hujan.

"Saya tidak bisa menebak apakah mendung warna hitam itu pertanda akan turun hujan ataukah langit Pamekasan tertutup abu Kelud," papar Bukat, warga Kelurahan Bugih, Kecamatan Kota Pamekasan, Jumat (14/2).

Bukat yang berprofesi sebagai guru itu menunjukkan sadel sepeda motornya yang berganti warna dari hitam menjadi abu-abu lantaran dipenuhi debu Gunung Kelud. "Lantai keramik rumah saya juga dipenuhi debu," ujarnya.

Sementara warga lainnya terlihat mendatangi sebuah minimarket untuk membeli obat tetes mata. "Mata saya perih. Semula saya tidak tahu jika ada hujan abu. Ternyata warga lainnya mengatakan jika terjadi hujan debu. Ternyata saya bukan sakit mata tapi kemasukan debu," tutur Sundari, warga Jalan Veteran Pamekasan.

Menurut Sundari, debu Gunung Kelud ternyata dirasakan juga oleh warga Kabupaten Sumenep. "Tadi saudara saya yang tinggal di Perumahan Bumi Sumekar di kota Sumenep menelepon dan mengabarkan jika di Kota Sumenep juga terimbas debu Kelud," bebernya.

Tak hanya di Pamekasan dan Sumenep, debu Gunung Kelud juga dirasakan warga Kabupaten Sampang. Ade Santeki, seorang guru di SD Negeri Karanggayam, Kecamatan Omben, mengatakan, jaket yang dipakainya terpapar debu.

"Benar mas. Debu Gunung Kelud juga dirasakan warga Sampang. Sesampainya di sekolah, ternyata jaket saya terpapar debu. Untungnya saya pakai jaket, dan debu tak mengotori seragam saya," kata Ade.

(fat/fat)
Berita Terkait