Korban bernama Mbah Sair (90), warga asal Dusun Kutut, Desa Pandansari, Kecamatan Ngantang. Saat itu korban mengungsi di arena bulu tangkis indoor di komplek bendungan.
"Satu meninggal dunia akibat tertimpa atap," ujar Kapolres Batu AKBP Windiyanto Pratomo ditemui di Mapolsek Pujon Jl Abdul Manan, Jumat (14/2/2014) pagi.
Menurut kapolres, atap gedung menjadi tempat pengungsian itu ambruk karena tak kuat menahan abu vulkanik yang dimuntahkan Gunung Kelud. Disusul juga bagian tembok ambruk dan menimpa korban bersama warga lain.
"Sementara meninggal satu dan seorang perempuan luka kritis," tuturnya.
Ia menambahkan, saat kejadian ratusan warga tengah mengungsi di tempat tersebut. "Kami akan cek kembali, karena kemarin hujan abu menyulitkan, belum lagi muntahan material vulkanik terus mengguyur," imbuh kapolres.
Kejadian itu melukai lima orang. Korban luka parah dialami Ngatini (35). Kepalanya bocor dan keningnya terluka sehingga harus dirujuk ke RS Paru Kota Batu yang berjarak 4 Kilometer.
Sementara Mbah Sutro (75) yang menderita bocor di kepalanya langsung ditangani tim medis dari Dinas Kesehatan Pemkab Malang yang berada di Kecamatan Pujon.
(gik/gik)











































