Seorang warga yang tinggal di Perumahan Wilis Mukti Desa Campuirejo, Kediri kota, mengaku cukup takut mendengar suara gemurah dan kilat yang menyambar di angkasa.
"Suara gemuruh, keras sekali. Saya takut sekali," kata Bian Ayu Kharisma (25), Jumat (14/2/2014). Dia dan warga lainnya di komplek perumahannya keluar rumah untuk menyaksikan kilatan cahaya itu.
Namun, kata dia, di daerahnya belum terasa adanya hujan abu seperti halnya yang dirasakan di daerah Kecamatan Pare, Kediri.
Gunung Kelud meletus Pukul 22.50 Wib. Semburan material vulkanis dimuntahkan dari gunung yang berada di perbatasan Kediri, Blitar dan Kabupaten Malang itu.
Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf atau Gus Ipul yang dihubungi detikcom mengaku sedang berada di Ponpes Lirboyo untuk menghadiri acara. "Kebetulan malam ini saya di Lirboyo," kata Gus Ipul.
Gus Ipul mengakui bahwa kilatan cahaya cukup terlihat jelas dari dalam kota Kediri. "Wah iya, keliatan kilatan cahaya. Jelas sekali, ini terasa hujan abu," katanya.
Imbas letusan Kelud ini juga membuat Kecamatan Pare gelap gulita karena listrik padam dan hujan abu. Pare lokasinya dari Kelud hanya 15 Kilometer. "Pare padam dan hujan abu sekarang," kata Gus Ipul yang terus melakukan pemantauan daerah terdampak.
Informasi yang diterima detikcom, hujan abu dan kerikil dirasakan warga di sekitar Blitar hingga Ngantang, Malang.
(gik/gik)











































