Simulasi Letusan Gunung Kelud, Sebagian Warga Digendong Polisi

Simulasi Letusan Gunung Kelud, Sebagian Warga Digendong Polisi

- detikNews
Kamis, 13 Feb 2014 17:21 WIB
Simulasi Letusan Gunung Kelud, Sebagian Warga Digendong Polisi
Polisi dan warga lereng Kelud gelar simulasi/Andhika Dwi
Kediri - Skenario evakuasi warga lereng Kelud dengan menggelar simulasi, digelar Polres Kediri. Selain mengutamakan keselamatan, kegiatan ini juga difokuskan pengaturan lalu lintas dengan penutupan beberapa ruas jalan. Tujuannya untuk memudahkan proses evakuasi terhadap korban.

Dari pantauan detikcom, upaya evakuasi sejumlah warga Desa Sugihwaras Kecamatan Ngancar, telah siap untuk mengungsi. Mereka diangkut ke mobil evakuasi. Karena ada sebagian warga kondisinya lemah dan tidak kuat berjalan, para lansia dan wanita hamil pun dibopong dan ditandu oleh petugas. Mereka dinaikkan ke dalam kendaraan evakuasi.

"Monggo ibu bapak sudah saatnya mengungsi, ayo kami arahkan dan amankan," kata Wakapolres Kediri Alfian Nuhrizal, yang memimpin langsung simulasi evakuasi bersama sejumlah anggotanya, Kamis (13/2/2014).

Menurut Alfian, simulasi ini sangatlah penting dan bermanfaat guna melatih kesiapsiagaan anggotanya saat membantu proses evakuasi warga jika kelud meletus. Meski, beberapa anggotanya ada yang perlu berlatih untuk mengenali jalur evakuasi dan cara merayu warga yang susah untuk mengungsi.

"Sangat penting dan manfaat simulasi ini meskipun anggota saya banyak yang perlu berlatih," tambah Alfian.

Dengan kegiatan simulasi seperti ini, diharapkan jika sewaktu-waktu terjadi letusan personel Polres Kediri benar-benar siap melakukan proses evakuasi terhadap seluruh korban letusan.

Sementara menurut Kepala Desa Sugihwaras, Kemi, untuk mengantisipasi musibah bencana kali ini pihaknya telah mensosialisasikan melalui seluruh perangkat desa hingga tingkat RT ikut proses pelaksanaan evakuasi. Selain itu tempat dan jalur pengungsian juga telah ditandai dengan jelas.

"Warga saya sudah jelas, namun tak bisa dipungkiri masih banyak yang lebih percaya dengan pengalaman letusan 2007 dan 1990 silam daripada imbauan petugas," jelas Sukemi.

(fat/fat)
Berita Terkait