Pantauan detikcom di TPU Gadungrejo, proses pemakanan Sukron dihadiri sejumlah kerabat dan dan tetangga. Tampak dalam pemakaman tersebut ayah Sukron, H Moqodas (62). Sebelumnya mereka diotopsi di kamar mayat RSUD dr R Soedarsono Kota Pasuruan.
Muqodas mengaku tak mengetahui anaknya memiliki ketrampilan membuat bom ikan. Padahal sehari-hari, Sukron bekerja sebagai penjual air mineral isi ulang.
"Setahu saya, anak saya jualan air mineral," ujar Moqodas singkat kepada wartawan, Kamis (13/2/2014).
Sukron merupakan warga asli Kelurahan Ngemplakrejo Kecamatan Panggungrejo Kota Pasuruan. Di Kelurahan yang berada di pesisir utara Pasuruan ini, selama ini dikenal banyak pembuat bom ikan. Ledakan hebat juga pernah terjadi di rumah Muslimin, warga Kelurahan Ngemplakrejo pada September 2012. Ledakan itu merenggut satu korban jiwa.
Informasi yang dihimpun, 1,5 tahun lalu Sukron pindah ke Perumnas Bugul Permai. Ketua RT 3/RW 5 menyatakan Sukron dan keluarganya mengontrak di rumah yang berada di Blok C8 4 itu. Namun belakangan, keluarganya mengatakan, rumah tersebut sudah dibeli oleh Sukron.
Sebelumnya sekitar pukul 15.00 WIB, Rabu (12/2/2014) rumah Sukron RT 3/RW 5 Blok C8 4 Perumnas Bugulkidul Kelurahan Bugulkidul Kota Pasuruan meledak. Dua orang tewas di lokasi tertimbun reruntuhan, Sukron (25) dan kakak iparnya Adi Suyitno (33). Sedangkan 2 orang dibawa ke rumah sakit karena luka bakar Novi Nur Hidayati (25) dan anaknya Selvi.
Dalam olah TKP ditemukan 321 detonator yang berfungsi sebagai alat menciptakan sumber panas yang memicu proses pembakaran bahan peledak. 293 Detonator dalam keadaan kosong dan 28 lainnya sudah terisi.
(fat/fat)










































