Puluhan Guru Honorer Situbondo Labrak DPRD Protes Kelulusan CPNS

Puluhan Guru Honorer Situbondo Labrak DPRD Protes Kelulusan CPNS

- detikNews
Kamis, 13 Feb 2014 14:57 WIB
Puluhan Guru Honorer Situbondo Labrak DPRD Protes Kelulusan CPNS
Foto: Ghazali Dasuqi
Situbondo - Puluhan guru honorer di Situbondo nekat melabrak kantor DPRD setempat, Kamis (13/2/2014). Mereka memprotes daftar penerimaan daftar honorer kategori II yang dinyatakan lolos seleksi CPNS tahun 2013.

Selain banyak yang tidak masuk dalam daftar verifikasi alias siluman, honorer lolos itu juga dianggap banyak yang 'cacat' karena tidak memenuhi kreteria (TMK).

"Bahkan dari 197 yang dinyatakan lolos seleksi, hanya 5 orang honorer K-II yang memenuhi kreteria. Jangan main-main, karena ini menyangkut nasib 1500-an honorer yang lain. Saya juga sudah 10 tahun jadi honorer," kata Diana, seorang honorer guru asal Desa Kayumas, Kecamatan Arjasa.

Keterangan yang dihimpun detikcom menyebutkan, sebanyak 192 dari 197 tenaga honorer K-II yang lolos CPNS 2013 disinyalir bermasalah. Rinciannya, sebanyak 15 honorer disebut-sebut tidak masuk dalam daftar verifikasi.

Anehnya, 15 nama itu tiba-tiba muncul dalam daftar penerimaan honorer K-II yang lolos CPNS. Selebihnya, sebanyak 108 orang ditengarai tidak memenuhi kretaria, dan tidak ada kreteria sebanyak 69 orang.

"Ini jelas tidak bisa dibiarkan. Kami mendesak pihak legislatif turun tangan atas ketidakberesan ini. Jika hasil tes ini dipaksakan, kami tentu akan menyeret masalah ini ke proses hukum. Harus diusut karena ditengarai banyak rekayasa," desak Irwan, aktivis Front Pembela Honorer Indonesia (FPHI) Situbondo.

Selama di kantor DPRD Situbondo, puluhan guru honorer itu ditemui langsung Ketua Komisi I (Bidang Hukum dan Pemerintahan) Saiful Bahri. Kepada para honorer, politisi FKB itu berjanji akan segera menindaklanjuti temuan tersebut. Termasuk dengan memanggil pihak Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Situbondo untuk melakukan hearing.

"Besok akan kita panggil BKD untuk hearing. Kami akan mengkros cek temuan-temuan penerimaan honorer K-II yang diduga banyak menyimpang itu. Ini harus diseriusi karena menyangkut nasib honorer," tegas Saiful Bahri.

(fat/fat)
Berita Terkait