"Penyakit kembung itu momoknya satwa. Di KBS juga banyak kasus (satwa mati karena kembung), ya 30 persen-lah," kata drh Liang Kaspe saat ditemui di RS Hewan Jalan Setail, Kamis (13/2/2014).
Sebenarnya, lanjut Liang, penyakit kembung bisa langsung diatasi dan disembuhkan.
"Kalau diketahui (kembung) saat jam kerja sih langsung bisa ditangani," ujar Liang.
RS Hewan, tambah Liang, juga memiliki alat bernama Trokar. Alat ini berbentuk pipa yang dilengkapi jarum suntik.
"Jadi caranya, lambungnya ditusuk pakai jarum, kemudian kami pasang pipa sebagai media gas di dalam lambung keluar dari tubuh," tutur Liang.
Sayangnya, hanya satwa-satwa tertentu yang bisa ditangani dengan Trokar bila terserang kembung. Satwa liar justru dijauhkan dari alat ini.
"Kalau satwa liar dipasangi Trokar saat kembung, nggak bisa diam. Resikonya justru alat Trokar menyentuh organ lain di dalam tubuh," jelas dia.
Pada tahun 1990-an misalnya, Liang pernah menangani satwa badak yang mengalami kembung. Tahun 2013 kemarin, gajah KBS juga terserang kembung. Kedua satwa ini selamat.
"Saat itu kami nggak pakai Trokar. Caranya, badak dan gajah dilumuri minyak kayu putih. Satu gajah saat itu menghabiskan 2-3 liter minyak kayu putih. Terus dirogoh kotorannya, dikeluarkan," pungkas Liang.
(nrm/fat)











































