Bupati Anas Menyulap Banyuwangi: Tekan Kemiskinan dan Tepis Stigma Santet

Bupati Anas Menyulap Banyuwangi: Tekan Kemiskinan dan Tepis Stigma Santet

- detikNews
Kamis, 13 Feb 2014 09:48 WIB
Bupati Anas Menyulap Banyuwangi: Tekan Kemiskinan dan Tepis Stigma Santet
Bupati Anas dan istri/ Foto: Budi Sugiharto
Banyuwangi - Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur adalah permata yang terpendam. Sempat lekat dengan stigma kota penuh nuansa mistik dan punya angka kemiskinan hingga di atas 20 persen, kabupaten itu kini terus berbenah.

Empat tahun terakhir, Bupati Abdullah Azwar Anas bergerilya dan mengajak aparatur pemerintahan hingga level desa untuk bekerja serius menyulap Banyuwangi demi kesejahteraan masyarakat.

Bupati yang masih muda ini memang tak pernah diam. Selalu saja, muncul ide atau gagasan baru. Tak jarang, pemimpin Bumi Blambangan atau Bumi Gandrung ini menghubungi anak buahnya tengah malam untuk koordinasi.

"Saya harus memberi contoh bahwa kita ini bekerja untuk masyarakat tanpa kenal waktu, kepala dinas hingga kepala desa harus serius mewujudkan keinginan publik," kata Anas kepada detikcom, Kamis (13/2/2014).

Tak hanya menggembleng kepala dinas, namun Anas juga tak henti menyemangati rakyat dan mengundang investor, dan mendatangkan wisatawan. Satu per satu kunci pun mulai terbuka: bandara beroperasi, wisatawan rajin datang, dan investor berdatangan.

Kini kabupaten yang posisinya di ujung timur Jawa Timur itu banyak perubahan. Akses internet mudah didapat, angka kemiskinan turun drastis, dan seni-budaya lokal bergairah.

"Yang paling penting rakyat makin semangat dan percaya diri," tandas mantan anggota DPR RI dari PKB ini.

Banyuwangi di tangan Anas juga telah mampu menjadikan Banyuwangi Ethno Carnival menggeser dominasi Jember dengan Jember Fashion Festival-nya. Parade budaya kontemporer dan budaya asli Using bisa berjalan setiap tahun dan menyedot wisatawan berdatangan.

"Ini hasil kerja keras bersama pemerintah dan warga. Sekali lagi, Banyuwangi tak lagi dikenal sebagai kota santet," kelakar Anas dengan tertawa.

(gik/try)
Berita Terkait