Belum diketahui muasal ledakan tersebut. Polisi belum berani mengambil kesimpulan. Dugaan sementara, sumber ledakan dari gas elpiji atau bom ikan.
Polisi pun memasang garis polisi di lokasi. Ledakan terjadi saat kondisi perumahan tengah sepi bersamaan dengan waktu istirahat siang.
"Belum. Kami belum tahu," kata Kasatreskrim Polres Pasuruan Kota AKP Bambang Sugeng di lokasi, Rabu (12/2/2014).
Belum diketahui apakah ada penghuni rumah yang menjadi korban reruntuhan bangunan rumah. Yang pasti, istri Sukron sudah dibawa ke rumah sakit.
Ketua RT setempat, I Nengah Dania mengatakan, rumah yang ambruk dihuni oleh Sukron dan istri serta tiga anaknya. Ia juga belum mengetahui apakah ada korban tertimbun runtuhan bangunan.
"Anaknya tiga. Istrinya tadi dibawa ke rumah sakit. Diperkirakan ada yang meninggal satu di dalam," kata Nengah.
Menurut Nengah, keluarga Sukron sejak 1,5 tahun mengontrak di rumah tersebut. Mereka berasal dari Kelurahan Ngemplakrejo Kecamatan Panggungrejo Kota Pasuruan.
"Nggak tahu kerjanya apa. Yang jelas swasta," jelas Nengah.
Saat ini polisi belum berani masuk ke lokasi karena ditakutkan ada bahan peledak berbahaya. Sebuah ambulance tampak di lokasi bersiap membawa korban. Sementara itu, ratusan warga berkerumun di sekitar lokasi.
(fat/fat)










































