Gubernur Jatim Baru Dilantik, Soekarwo: Tidak Ada Program 100 Hari

Gubernur Jatim Baru Dilantik, Soekarwo: Tidak Ada Program 100 Hari

Rois Jajeli - detikNews
Rabu, 12 Feb 2014 16:28 WIB
Gubernur Jatim Baru Dilantik, Soekarwo: Tidak Ada Program 100 Hari
Gubernur Soekarwo dan Wagub Saifullah Yusuf/Rois Jajeli
Surabaya - Soekarwo dan Saifullah Yusuf kembali menjabat sebagai pasangan Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Timur periode 2014-2019. Meski sudah dilantik, Soekarwo menegaskan tidak ada program 100 hari.

"Nggak ada program sehari, nggak ada itu," kata Soekarwo kepada wartawan usai orasi politik di hadapan tamu undangan serta masyarakat di Gedung Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Rabu (12/2/2014).

Ia menegaskan, pihaknya tidak memasang program 100 hari, karena tidak ada aturan belanja APBD selam 100 hari. "Nggak ada program belanja 100 hari," tegasnya.

Ia menerangkan, program yang dijalankan bersama Saifullah Yusuf seperti program politik, yakni meletakkan musyawarah mufakat menjadi solusi sebuah perbaikan perbedaan pendapat. "Kita harus tabah dan rajin," tuturnya.

Kedua yakni mengenai persoalan hukum. Gubernur Jatim yang biasa disapa Pakde Karwo ini menegaskan, panglimanya hukum pemberantasan korupsi menjadi prioritas utama.

"Makanya kemarin kita lelang barang dan jasa sudah kita jadikan satu kembali, sehingga bisa dikontrol," katanya.

Ia menambahkan, tentang hukum di bidang politik musyawarah yakni election is selection (pemilihan adalah seleksi) terhadap keinginan masyarakat.

"Karena seleksi yuridis formal hukum harus betul menjadi pegangan. Dalam demokrasi ini sebetulnya kebebasan yang menonjol, tapi ada yang bebas bisa diselesaikan hukum. Tapi ada juga yang tidak bisa, bisa diselesaikan dengan musyawarah mufakat," paparnya.

Selain persoalan tersebut, pasangan KarSa (Soekarwo-Saifullah Yusuf) ini juga akan menyelesaikan persoalan infrastruktur yang menjadi sangat serius penanganannya. "Semua infrastruktur rusak menjadi prioritas bersama PU dan pusat," katanya.

Infrastruktur untuk mendorong perekonomian juga akan menjadi prioritasnya. Seperti memberikan bantuan kepada kelompok masyarakat di desa, kelompok perempuan, majelis taklim, hingga petani maupun nelayan.

"Kita bangun kekuatan baru dengan memperbanyak bantuan modal untuk kelompok masyarakat di desa-desa. Apakah majelis taklim, neyalan, petani, sehingga masyarakat di bawah menjadi kuat," ujarnya.

Dengan pembenahan infrastruktur, Soekarwo berangan-angan menjadikan Jawa Timur sebagai pusat industri kecil dan perdagangan.

"Insya Allah pendapatan perkapita pada 2019 bisa mencapai sekitar 6.000 sampai 7.000 dolar Amerika," tandasnya.

(roi/fat)
Berita Terkait