Namun kedatangan massa sempat dilarang petugas karena berusaha mendekati DPRD Jatim. Aksi ini menamai kelompoknya Poros Pemuda (PP) Jawa Timur.
"Kita mengantisipasi yang kontra pelantikan ini. Bukan untuk menggagalkan," kata Samudi, korlap aksi saat dihadang petugas, Selasa (12/2/2014).
Massa yang berbaju putih kombinasi garis merah ini akhirnya diperbolehkan melakukan aksinya dan berorasi oleh petugas. "Kami di sini untuk mensterilkan pelantikan bukan untuk menggagalkan, kalaupun ada akan berhadapan dengan kami," teriak Samudi saat berorasi.
Selain melakukan orasi, massa juga membentangkan spanduk berisi dukungan pelantikan Soekarwo-Saifullah Yusuf sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim. "Selamat dan Sukses Atas Pelantikan Pasangan KarSa jilid II", "PP Jatim Mendukung Pelantikan Pasangan KarSa Sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim Yang Sah Secara Konstitusi".
Saat melakukan orasi, massa sempat bersitegang dengan Perkumpulan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang hendak mengkritisi kegagalan Soekarwo-Saifullah Yusuf. Kedua korlap langsung terlibat aksi mulut dan saling tarik kemeja. Namun aksi langsung dilerai puluhan petugas.
Massa PMII yang hanya berjumlah 10 orang diminta petugas untuk menjauh dari lokasi untuk menghindari bentrok kedua kelompok. (ze/fat)










































