Aksi main paksa tersebut dilakukan ratusan warga dari 5 desa ring 1 PLTU yang sejak pagi berunjukrasa. Sebab tuntutan yang disampaikan warga tidak disetujui PT Pembangkit Jawa Bali (PJB), selaku operator proyek.
"Tuntutan kita tidak dikabulkan, maka kita bertahan di sini memblokir jalan," ujar Koordinator warga, Suwarno (37), kepada wartawan usai melakukan pertemuan dengan perwakilan PJB.
"Ini kita sandera beberapa bus dan minibus agar proyek tidak dapat beroperasi," sambungnya.
Berdasarkan pantauan detikcom sebenarnya sempat dilakukan pertemuan antara perwakilan warga dengan pihak PJB. Namun dalam pertemuan tersebut terjadi deadlock dan tidak menemukan kesepakatan.
Karena tuntutanya tidak dikabulkan, warga langsung terpancing emosi. Mereka segera menyandera bus dan minibus milik PJB yang melintas di lokasi unjukrasa. Namun tidak ada pengrusakan, warga hanya meminta kendaraan diparkir melintang di tengah jalan dan meminta kuncinya.
Hingga pukul 11.00 WIB, warga dan perwakilan PT PJB kembali menggelar pertemuan. Musyawarah kedua dilakukan di sebuah warung.
Sebelumnya ratusan warga 5 desa ring 1 PLTU, yaitu Desa Wadung, Desa Rawasan, Desa Mentoso, Desa Kaliuntu, dan Desa Beji, melakukan unjukrasa. Mereka memblokir jalan masuk menuju lokasi proyek pembangunan PLTU di Desa Wadung, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban.
Warga menuntut Manajer PT PJB, Bambang dipecat, karena tidak peduli terhadap masyarakat sekitar. Selain itu pengunjukrasa juga meminta rekrutment karyawan lebih mengutamakan warga ring 1. Pasalnya selama ini sebagian pekerja malah diambil dari luar daerah.
(fat/fat)











































