Keberangkatan Indra ke ibukota ini untuk menemui langsung Presiden SBY dan Kapolri Jenderal Sutarman.
"Dan perbekalan saya bawa ini akan saya jual. Hasilnya saya berikan kepada presiden sebagai hadiah," kata Indra sebelum berangkat, Senin (10/2/2014).
Ia menambahkan, sudah menunggu sekian lama. Namun, keadilan yang dirinya tuntut belum juga terwujud. Indra juga membawa sebuah piagam rencananya ikut diberikan kepada presiden. Piagam bertuliskan: "Selamat atas keberhasilannya membohongi rakyat kecil" itu dibubuhkan tanda tangan Indra.
"Mungkin presiden butuh hadiah, karena tak pernah naik gaji," cetusnya.
Indra tidak menarget waktu tiba di Jakarta. Secara perlahan dengan menyusuri jalur pantura, Indra akan menempuh perjalanan berat tersebut. Sudah berulang kali Indra Azwan menuntut keadilan atas kematian anaknya tahun 1993 silam.
Rifki Andika (12), putranya tewas akibat tabrak lari melibatkan Kompol Joko Sumantri di Jalan Letjen S Parman Kota Malang.
(fat/fat)











































