Berdasarkan pantauan detikcom, Senin (10/2/2014), terdapat 7 SPBU di sepanjang jalur pantura Tuban Kota-Jawa Tengah. Dari jumlah tersebut 6 SPBU diantaranya tidak memiliki stok premium dan hanya memasang tulisan "maaf premium habis".
"Habis mas...habis," teriak seorang petugas SPBU Bancar kepada detikcom yang berkendara sepeda motor memasuki area SPBU hendak membeli bahan bakar.
Sementara satu-satunya SPBU yang memiliki stok premium adalah SPBU Sugihwaras, Kecamatan Jenu. Namun demikian, antrean panjang kendaraan bermotor, khususnya roda 2 terjadi hingga sepanjang belasan meter.
"Bensin di semua SPBU mulai dari kota sampai perbatasan kosong. Tapi kalau solar ada," kata seorang pengendara motor asal Desa Jadi Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban, Muthohar.
"Ini terpaksa beli bensin eceran, daripada nanti kehabisan di tengah jalan. Kios eceran saja tadi banyak yang habis," lanjutnya sambil menutup tangki sepeda motornya yang telah diisi bahan bakar.
Kelangkaan bahan bakar yang terjadi di sepanjang jalur pantura Tuban patut dipertanyakan. Pasalnya Pertamina memiliki Terminal Transit Utama (TTU) yang dibangun di Tuban untuk suplai BBM ke SPBU di wilayah Jawa Timur. Harusnya distribusi bahan bakar bisa lebih lancar tanpa hambatan.
(fat/fat)











































