Sebelum membakar diri, mahasiswa salah satu perguruan tinggi negeri di Semarang ini, kabur dari Pondok Pesantren Al Asy'ari Ceweng Dander, yang telah empat hari merawatnya.
‎Setibanya di SPBU, Choirul menodongkan pisau ke operator pom bensin. Setelah itu dia menyemprotkan bensin ke tubuh dan merebut korek salah satu warga. Saat itu juga Choirul membakar tubuhnya.
"Awalnya dia di pondok empat hari. Tapi kabur ke pom bawa pisau nyerang operator lalu mandi bensin sendiri," kata Pengasuh Ponpes Ceweng, Abah Khoirul kepada wartawan.
Khoirul menambahkan, korban diduga stres karena kalah pemilihan ketua organisasi kampus. Karena keluarga tergolong tidak mampu, keluarga membawanya ke pondok.
Melihat perbuatan nekat pria tersebut, polisi dibantu warga berusaha menyelamatkan korban dan dibawa ke RS Sosodoro Djatikusumo Bojonegoro.
(fat/fat)










































