"Jalur khusus pesepeda adalah komitmen kami untuk mewujudkan green transportation, hemat dan bikin sehat. Top pokoknya," ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas seusai menjajal rute jalan khusus pesepeda, Kamis (6/2/2014).
Anas menambahkan, di negara-negara maju, insfrastruktur jalur khusus sepeda sangat efektif mengurangi polusi. "Karena itu kami mengajak masyarakat untuk menggunakan sepeda saat pergi beraktivitas," tutur Anas.
Transportasi bersepeda ini kata Bupati Anas, ini merupakan sebuah terobosan jangka panjang yang membawa manfaat besar bagi masyarakat dan lingkungan.
"Saya baca penelitian Pusat Litbang Jalan dan Jembatan Kementerian Pekerjaan Umum, ternyata 70 persen pencemaran udara itu di wilayah pusat kota berasal dari aktivitas kendaraan bermotor," kata Anas.
Terkait rencana rute, saat ini Pemkab Banyuwangi tengah melakukan persiapan untuk operasional rute agar aman dan nyaman dilalui para pesepeda.
Dinas Perhubungan bekerja sama dengan kepolisian menentukan rute-rute khusus pesepeda, termasuk menentukan marka dan jalur sebelah mana yang akan dipatenkan menjadi jalur sepeda.
"Untuk rute sedang dimatangkan. Sudah ada titik-titik yang pasti seperti sepanjang Jalan Soedirman. Kita pastikan semua siap saat diluncurkan Maret mendatang. Jalurnya ada di kiri, kira-kira 1-2 meter dari jalur utama," kata Anas.
Di Banyuwangi, saat ini juga sudah tidak diperbolehkan mengepras pohon untuk membangun jalan ganda atau double way. Anas mengatakan, pembangunan jalan tak akan bisa menandingi kecepatan pertumbuhan kendaraan bermotor. Sehingga, Banyuwangi lebih memilih untuk memperbanyak dan merawat pepohonan.
"Orang lebih suka banyak ruang terbuka hijau, banyak taman. Ini ilmiah lho, saya baca jurnal ada penelitian dari Inggris bahwa masyarakat lebih bahagia tinggal di daerah yang hijau. Orang yang tinggal di daerah yang hijau lebih minim potensi kecemasan atau depresinya," pungkas Anas.
(bdh/bdh)











































