"Sudah kita evakuasi sebanyak 271 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 600 ribu jiwa," kata Kepala BPBD Jatim, Sudarmawan kepada detikcom, Kamis (6/2/2014).
Ratusan ribu warga sementara ditempatkan di gedung SDN Mojodengkul untuk menunggu hasil penelitian dari Tim Geologi ESDM Provinsi Jawa Timur. "Sebelum ada rekom dari ESDM, warga akan tetap kita minta untuk tinggal di lokasi pengungsian agar tidak terjadi jatuhnya korban," imbuhnya.
Sebelumnya diberitakan Tim Geologi ESDM Jatim menyarankan warga yang tinggal area rawan bencana longsor di Desa Mojodungkul, Kecamatan Suboh, direlokasi. Kondisi retakan tanah dinilai sudah tidak memungkinkan wilayah tersebut dijadikan pemukiman karena berbahaya.
Bentuk retakan tanah disebut Tim Geologi mirip jaring laba-laba, hingga dinilai memiliki tingkat kerawanan cukup tinggi.
(ze/fat)











































