Bentuk retakan tanah disebut Tim Geologi mirip jaring laba-laba, hingga dinilai memiliki tingkat kerawanan cukup tinggi.
"Tim ESDM menyarankan pemerintah agar merelokasi warga, baik terjadi longsor atau tidak. Karena kondisinya sangat berbahaya. Kami masih menunggu surat resmi dari tim ESDM untuk membahas rencana relokasi itu," kata Zainul Arifin kepada detikcom di posko pengungsian Desa Mojodungkul, Rabu (5/2/2014).
Kepala Pelaksana BPBD Situbondo itu menuturkan, retakan tanah di sekitar pemukiman warga perbukitan Desa Mojodungkul Kecamatan Suboh mencapai 70 meter. Garis retakan acak-acakan hingga mirip dengan jaring laba-laba. Retakan demikian konon memiliki tingkat kerawanan cukup tinggi, sehingga area sekitarnya tidak layak untuk dijadikan pemukiman lagi.
"Banyaknya warga yang ada di area rawan itu juga akan kami tindak lanjuti. Kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk kepolisian agar tegas melarang warga masuk area itu," tegas Zainul Arifin.
Sebelumnya, ancaman longsor perbukitan Desa Mojodungkul, Kecamatan Suboh, Situbondo, semakin nyata. Jumlah titik keretakan tanah di sekitar pemukiman warga kian bertambah. Volume keretakannya juga makin parah, bahkan di antaranya tanahnya sudah ambles hingga 0,5 meter.
(bdh/bdh)










































