Retakan Tanah di Situbondo Makin Parah

Retakan Tanah di Situbondo Makin Parah

- detikNews
Rabu, 05 Feb 2014 15:38 WIB
Retakan Tanah di Situbondo Makin Parah
Anggota TNI menunjukan tanah yang retak/Ghazali D
Situbondo - Ancaman longsor perbukitan Desa Mojodungkul, Kecamatan Suboh, Situbondo, semakin nyata. Jumlah titik keretakan tanah di sekitar pemukiman warga kian bertambah. Volume keretakannya juga makin parah, bahkan di antaranya tanahnya sudah ambles hingga 0,5 meter.

Meski begitu, warga setempat masih banyak yang sering berkunjung ke rumahnya yang terancam longsor.

"Kami penasaran saja, pak. Ingin tahu bagaimana kondisi rumah saya sekarang. Apalagi sebagian besar perabot kami masih ada di rumah. Biasa pulang kalau siang saja, malam kembali ke pengungsian," kata M Nidin (45), warga setempat.

Pengamatan detikcom, kondisi keretakan tanah di pemukiman warga di atas perbukitan Desa Mojodungkul Kecamatan Suboh terus menjadi perhatian petugas. Saat ini, keretakan tanah semakin parah, bahkan sebagian sudah mulai ambles. Tanah ambles itu salah satunya berada di dalam rumah milik Holis, warga setempat.

Hingga pukul 13.20 Wib, tim SAR bersama perangkat desa setempat masih terus hilir mudik menuju area rawan longsor tersebut. Personil dari TNI, TRC BPBD dan Tagana Situbondo itu terus mengimbau warga agar tidak pulang lagi ke rumahnya. Hal itu untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk jika sewaktu-waktu terjadi longsor.

"Kami terus mengimbau warga agar tidak kembali ke rumahnya. Keretakan tanah ini semakin parah. Hampir setiap saat kami berkunjung dan meminta warga kembali ke pengungsian. Kami juga sudah memasang rambu area terlarang, tapi masih banyak yang nekat," kata Danramil Suboh Kapten Inf Kardiman.

Sebelumnya, sekitar 250 KK yang tinggal di 3 RT di perbukitan Desa Mojodungkul Kecamatan Suboh terpaksa dievakuasi ke tempat aman. Mereka diperintahkan turun gunung karena area perbukitan di pemukiman warga banyak terjadi keretakan tanah.

Tim Geologi dari ESDM Propinsi Jawa Timur sudah diturunkan untuk melakukan penelitian terhadap keretakan tanah tersebut. Untuk menampung para pengungsi, tim SAR pun mendirikan tenda pengungsian dan dapur umum di SDN 1 Mojodungkul.

(bdh/bdh)
Berita Terkait