Diduga, sumber api berasal dari gesekan antara gardan yang aus dengan roda bagian depan bus bernopol AE 7089 UB tersebut, hingga memicu percikan api.
"Tadi itu tiba-tiba keluar asap dari bawah, terus bau seperti terbakar, ya bus langsung berhenti dan semua penumpang lari ketakutan," kata Dadang, kondektur bus kepada detikcom di lokasi kejadian.
Dia menambahkan, tiba-tiba percikan api membesar dan merambat ke bagian mesin. Sementara belasan penumpang langsung dialihkan ke bus lain yang melintas, untuk melanjutkan perjalanan ke Ponorogo.
"Ya kita nggak bisa apa-apa, sampai menunggu petugas pemadam datang," lanjut Dadang sambil terlihat panik.
Beruntung, bus yang dikemudikan Prasetyo tersebut tak sempat terbakar habis. Api bisa segera dipadamkan, oleh dua unit mobil PMK yang datang di saat yang tepat. Api hanya merusak bagian mesin dan gardan.
"Api berhasil dipadamkan tadi sekitar 30 menit, jadi ya beruntung kita bus masih selamat," pungkas Dadang.
Meski tak ada korban jiwa, namun arah Madiun-Ponorogo dan sebaliknya sempat macet total, karena pengguna jalan juga takut jika bus tiba-tiba meledak, memilih berhenti di tengah jalan raya.
(bdh/bdh)











































