"Sudah sejak pagi saya cium aroma belerang. Jadi saya juga cepat-cepat meninggalkan lokasi," kata Harnanto, seorang warga Desa Sugih waras, Kecamatan Ngancar yang mempunyai toko di areal parkir wisata Gunung Kelud, saat bertemu detikcom di sekitar pos pantau, Senin (3/2/2014).
Harnanto mengaku mencium aroma belerang, ketika ia tengah mengemasi barang dagangan di dalam toko, untuk dibawa turun. Bau gas belerang itu ia pastikan berasal dari kubah lava, yang hanya berjarak sekitar 500 meter.
Harnanto menambahkan, ia tidak berani terlalu berlama-lama di areal parkir. Ia takut, intensitas gas belerang yang keluar semakin tinggi dan membuatnya lemas.
Bau belerang tersebut juga dibenarkan oleh Khoirul Huda, petugas pos pantau PVMBG. Meski begitu dia menganggap suatu hal yang normal, jika gunung api, mengeluarkan bau sulfur atau belerang. Karena gunung sedang aktif.
"Hal wajar jika bau sulfur, karena itulah PVMBG terapkan zona aman 2 Km, dan zat sulfur akan bahaya jika terlalu banyak dihirup," jelas Khoirul.
Berdasar pantauan detikcom di lokasi, hujan lebat saat ini sedang mengguyur kawasan Gunung Kelud. Jarak pandang hanya 5 meter akibat tertutup kabut.
(bdh/bdh)










































