Bahkan dua jembatan di Kecamatan Jatibanteng runtuh. Warga Desa Curahsuri Kecamatan Jatibanteng kini terisolasi. Ancaman longsor juga menghantui warga tiga RT di Desa Mojodungkul Kecamatan Suboh. Tim SAR terus berupaya menyuplai bantuan logistik ke wilayah tersebut.
Status penanganan bencana kini ditingkatkan menjadi tanggap bencana. Peningkatan status itu setelah terjadinya musibah bencana banjir bandang dan rawan longsor, beberapa hari terakhir. Hingga Senin (3/2/2014), sebagian warga terisolir akibat rusaknya infrastruktur di wilayahnya.
"Sekarang statusnya sudah dinaikkan dari siaga bencana menjadi tanggap bencana. Karena saat ini sudah mulai melakukan langkah-langkah penanganan bencana," kata Kepala Pelaksana BPBD Situbondo Zainul Arifin kepada detikcom.
Keterangan yang dihimpun detikcom sebagian tanah yang ditempati warga retak parah dan bahkan sebagian mulai ambles. Lebih dari 250 kepala keluarga (KK) terpaksa dievakuasi ke tempat-tempat aman untuk menghindari jatuhnya korban.
Sebagian kini mengungsi ke tenda pengungsian yang disiapkan BPBD Situbondo di SDN 1 Mojodungkul.
"Rumah yang terendam sekitar 3000-an. Untuk kerugian bencana ini belum bisa ditaksir. Yang jelas, hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa. Dengan terjadinya bencana itu, maka statusnya sekarang adalah tanggap bencana," tambah Zainul Arifin.
(fat/fat)











































