"Yang pasti sedih dan sedikit marah setelah kita beri laporan kematian satwa dan terus menanti informasi terbarunya," kata Dirut Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS), Ratna Achjuningrum pada detikcom, Minggu (2/2/2014).
Namun kemarahan dan kesedihan Risma, kata Ratna, reda setelah mendapat keterangan bahwa Komodo dan Rusa Bawean yang mati Sabtu kemarin (1/2) bukan karena disengaja tapi karena sakit.
"Kita jelaskan (satwa) mati karena sakit. Ada riwayat penyakitnya," imbuhnya.
Selain itu, kata Ratna, Risma, meminta pihak PDTS melakukan evaluasi pola makan dan monitoring kesehatan satwa agar kematian satwa bisa ditekan dan tidak terjadi lagi. "Bu Risma juga meminta agar terus melakukan evaluasi pola makan satwa hingga mengalami gangguan pencernaan serta monitoring kesehatan," tandas Ratna.
Setelah singa bernama Micheal dan gnu (binatang khas Afrika) mati awal Januari 2014, koleksi KBS lainnya menyusul. Di antaranya kambing gunung, kijang dan komodo. Terakhir, rusa Bawean mati, Sabtu (1/2) kemarin, setelah kakinya diamputasi pekan lalu.
(bdh/trw)











































