Dari catatan detikcom, KBS mulai dikelola Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) 17 Juli 2013. Selama kurun 9 bulan, 106 satwa koleksi KBS mati. Berbeda saat KBS dikelola oleh Tim Pengelola Sementara (TPS) pada Januari 2013 hingga Juni 2013. Dalam kurun waktu 6 bulan itu, terdapat 129 satwa yang mati.
Dari 106 satwa yang mati, 6 satwa mati pada bulan Januari-Februari 2014. Dua diantaranya mati dalam waktu hampir bersamaan. Yakni Komodo dan Rusa Bawean pada Sabtu (1/2) kemarin.
Pada Januari 2014, Gnu jantan berusia 4 tahun ditemukan mati pada Senin (4/1). Dari hasil otopsi, satwa endemi Afrika ini dinyatakan mati karena mengalami tympani atau gangguan kebung di perut.
Kedua, Michael singa jantan ditemukan tergantung dikandangnya pada Senin (7/1). Lehernya tercekik kawat pembuka pintu kandang. Hingga kini polisi masih melakukan penyelidikan penyebab kematian satwa khas Afrika ini dan belum diketahui. Kematiannya diduga tidak wajar, benarkah?
Selanjutnya, Kambing Gunung yang berusia 6 bulan ditemukan mati. Dari hasil otopsi, ada memar di leher kiri dan beberapa pembuluh darah kecil pecah. Menurut pengelola, kematian Kambing Gunung dinilai wajar yang diduga tertabrak satwa sejenis yang lebih besar atau berkelahi sasama satwa.
Kemudian Kijang betina berumur 7 tahun yang sedang mengandung ditemukan meninggal dengan kondisi mulutnya berbusa. Namun, pengurus KBS kembali meyakinkan kematian satwa tersebut akibat berusaha mengeluarkan janin yang dikandungnya, karena tidak akhirnya mati.
Sementara humas KBS, Agus Supangkat mengatakan jumlah satwa yang mati sejak dikelola PDTS pada Juli hingga Desember 2013 ada 100 satwa yang mati dan semuanya diakui pengelola, ratusan satwa yang mati akibat faktor usia dan penyakit.
"Kuartal pertama ada 61 satwa dan kuartal kedua 39 satwa yang mati, totalnya 100 satwa yang mati. Semuanya wajar-wajar saja karena faktor usia dan sakit yang diderita satwa," ungkapnya kepada detikcom, Minggu (2/2/2014).
Saat ini tambah Agus, di KBS terdapat 199 jenis satwa. Total satwa per 2 Februari 2014 sebanyak 3.453 satwa. (bdh/bdh)











































