"Kakinya patah, stresnya berat juga, makanya mati," kata drh Liang Kaspe di KBS, Sabtu (1/2/2014).
Direktur operasional dan umum KBS ini mengatakan proses amputasi kaki kiri depan rusa bawean clear. Hanya saja, satwa ini harus dipisahkan dari populasinya.
"Amputasi cukup steril. Dia itu merasa stres, disendirikan di sini (ruang karantina), nggak mau makan, gelisah, ketakutan," papar Liang.
Untuk diketahui, rusa bawean berkelamin jantan ini mengalami kaki patah akibat meloncat dari kandang. Pada Rabu (29/1/2014) kemarin, tim medis KBS melakukan amputasi terhadap kaki kiri depan rusa. Sayangnya, pagi tadi pukul 07.00 WIB, rusa ini akhirnya mati di ruang karantina.
(nrm/fat)











































