Fakta Dibalik Kematian Satwa dan Cerita Horor di KBS

Cerita Horor di KBS

Fakta Dibalik Kematian Satwa dan Cerita Horor di KBS

Imam Wahyudiyanta - detikNews
Sabtu, 01 Feb 2014 15:44 WIB
Fakta Dibalik Kematian Satwa dan Cerita Horor di KBS
Pengunjung menyaksikan gajah di KBS/ Budi Sugiharto
Surabaya - Banyaknya satwa yang mati maupun cerita menyeramkan di Kebun Binatang Surabaya (KBS) di malam hari tak berpengaruh pada animo publik.

"Untuk yang horor, saya belum menemukannya," kata Humas KBS Agus Supangkat kepada detikcom di KBS, Sabtu (1/2/2014).

Para pengunjung KBS, kata Agus, sepertinya juga tak banyak tahu tentang suasana horor KBS seperti kesaksian sejumlah anggota Satpol PP yang jaga.

Lagipula, kata Agus, pengunjung berwisata dan belajar tentang satwa di KBS pada siang hari. Karena KBS Pukul 17.00 Wib sudah tutup.

"Bahkan jumlah pengunjung di tahun 2013 naik 23 % dibanding tahun 2012," kata Agus Supangkat.

Agus mengatakan, pengunjung di Bulan Januari 2014 justru lebih banyak dibanding Januari tahun 2013. "Pengunjung Januari 2014 ada 162.300 orang sementara pengunjung Januari 2013 ada 126.000 orang. Naiknya 26 %," lanjut Agus.

Agus menambahkan, untuk hari ini, Sabtu (1/2/2014), pengunjung sudah terdata sebanyak 3 ribu orang. Hingga sore hari nanti, pengunjung diperkirakan bisa mencapai 5 ribu orang. Jumlah pengunjung KBS hari ini, kata Agus, diperkirakan sama dengan hari kemarin.

"5 ribu pengunjung itu sudah termasuk banyak dibandingkan jumlah pengunjung hari biasa yang hanya 1.000 pengunjung," jelas Agus.

Dengan masih ramainya jumlah kunjungan di KBS, lanjut Agus, bisa mengindikasikan jika pemberitaan tentang satwa mati di KBS dan cerita horor sama sekali tak berimbas terhadap jumlah kunjungan.

Namun fakta lain yaitu kematian satwa di KBS yang masih terus terjadi itu mendapat sorotan dari dunia internasional. Perlu diketahui hari ini, Rusa Bawean dan seekor komodo mati.

(iwd/gik)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini