BPBD: Bantuan Makanan Bencana di Banyuwangi Masih Layak Dikonsumsi

Masa Kadaluwarsa Januari 2014

BPBD: Bantuan Makanan Bencana di Banyuwangi Masih Layak Dikonsumsi

- detikNews
Sabtu, 01 Feb 2014 12:56 WIB
BPBD: Bantuan Makanan Bencana di Banyuwangi Masih Layak Dikonsumsi
Bantuan BNPB untuk Banyuwangi/ Putri Akmal
Banyuwangi - Bantuan makanan untuk korban puting beliung di Kabupaten Banyuwangi dipastikan masih aman dikonsumsi meskipun masa kadaluwarsanya berakhir Januari 2014.

Makanan siap saji dan tambah gizi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) itu dikemas dalam kaleng dan dibungkus dengan kardus bertuliskan Bantuan Pemerintah Republik Indonesia.

Bantuan BNPB didistribusikan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi untuk masyarakay di Desa Yosomulyo Kecamatan Gambiran Kabupaten Banyuwangi yang wilayahnya porak-poranda diamuk puting beliung.

Data detikcom, bantuan makanan ini telah didistribusikan sejak hari pertama pascabencana angin puting beliung Rabu (29/1/2014) lalu. Dalam 1 kardus makanan siap saji berisi 3 kaleng yang terdiri dari nasi goreng ayam, nasi opor ayam dan nasi rendang ayam.

Sedangkan kardus makanan tambahan gizi berisikan bubur kacang hijau, bubur kacang merah dan biskuit.

Kepala BPBD Banyuwangi Kusyadi memgakui sudah mengetahui makanan yang masa kadaluwarsa Januari 2014 tersebut. Namun, Kusyadi manyakinkan makanan tersebut masih layak dan aman untuk dikonsumsi.

"Itu kan (kadaluwarsa) Januari 2014 jadi masih bisa dipakai dua bulan kedepan, nggak apa-apa masih bisa dimakan," jelasnya pada detikcom di Dusun Sidorejo Wetan Kecamatan Gambiran, Sabtu (1/2/2014).

Sedangkan, Ketua Forum Peduli Bencana Indonesia (FPBI) Cabang Banyuwangi, Zaenal Arif saat mengetahui hal tersebut mengaku kecewa.

Pasalnya, bantuan makanan tersebut saat masuk ke BPBD Banyuwangi sudah tercatat dan diketahui kapan akhir dari kelayakan makanan. Sehingga jika memang dianggap tidak layak distribusi seharusnya tidak perlu disalurkan kepada korban bencana.

"Cuma 3 hal, kecewa, prihatin dan sangat menyesalkan," pungkasnya.

(gik/gik)
Berita Terkait