Jenazah Alif dan Dian Tersesat di Welirang Diotopsi di RS Malang

Jenazah Alif dan Dian Tersesat di Welirang Diotopsi di RS Malang

Muhammad Aminudin - detikNews
Senin, 27 Jan 2014 19:46 WIB
Jenazah Alif dan Dian Tersesat di Welirang Diotopsi di RS Malang
File: detikcom
Malang - Dua jenazah Alif Hazen Rahmasyah (24) dan Dian (18), mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (Stiesia) Surabaya, yang tersesat di Gunung Welirang diotopsi di RSU Syaiful Anwar (RSSA) Malang.

Dua korban yang rencananya dibawa ke RS Paru Kota Batu itu, diduga kedinginan. Keduanya ditemukan di lereng barat Gunung Kembar 2 Gunung Welirang kawasan Tahura.

"Kami menduga mungkin kedinginan," kata kerabat Alif, ucap Usman (45) di kamar jenazah RSSA Malang, Senin (27/1/2014).

Usman hanya menduga kuat, kerabatnya itu meninggal akibat kedinginan. Hal itu dikuatkan ketika melihat kondisi jasad Alif di RS Paru Kota Batu.

"Kalau saya lihat kayak kedinginan. Bukan hanya Alif, tapi teman perempuan juga. Pakaian juga basah soalnya," ungkap Usman.

Menurut Usman, korban memang sangat menyukai kegiatan pendakian atau pecinta alam. Makanya aktivitas itu bukan menjadi hal pertama bagi korban. "Memang suka mendaki dia (Alif,red)," tuturnya.

Ia menambahkan, dirinya mengetahui penemuan Alif dalam kondisi meninggal tadi malam. Dan empat hari ini keluarga memantau langsung upaya pencarian oleh tim SAR gabungan.

"Kami tahunya tadi malam, Alif sudah ditemukan dalam kondisi meninggal. Untuk memastikan penyebab kematiannya dibawa kesini (RSSA,red) untuk visum," ujarnya.

Ditanya apakah ada perilaku aneh korban sebelum meninggal? Usman menuturkan jika korban sempat mengutarakan kepada adik lelakinya akan memberi sebuah kejutan. "Katanya ingin beri kejutan," tuturnya.

Ceritanya, lanjut Usman, adik lelaki korban berniat ikut kegiatan di Gunung Welirang tersebut. Namun, korban menolak dan memilih berangkat tanpa pamit. "Jadi adiknya gak diajak, tapi sempat pesan akan beri kejutan," cerita Usman.

Rencananya kedua jenazah akan diantar ke rumah duka menggunakan mobil ambulance Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pasuruan malam ini. Usai dievakuasi tim SAR gabungan kedua jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Paru, Kota Batu. Namun, untuk memastikan penyebab kematiannya, jasad keduanya dibawa ke RSSA Malang Senin petang.

Seperti diberitakan, Alif Hazen Rahmasyah (24) dan Dian (18), dua mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (Stiesia), Surabaya hilang di Gunung Welirang, sejak Minggu (19/1) lalu ditemukan meninggal dunia.

Kedua jenazah ditemukan tim SAR gabungan di sebuah lembah di lereng barat Gunung Kembar 2, kawasan Tahura, setelah 9 hari hilang.

(fat/fat)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini