Terkait Jasad Bayi Hilang, DPRD Surabaya Panggil Dua Rumah Sakit

Terkait Jasad Bayi Hilang, DPRD Surabaya Panggil Dua Rumah Sakit

Rois Jajeli - detikNews
Senin, 27 Jan 2014 18:03 WIB
Surabaya - Komisi D DPRD Surabaya akan memanggil dua rumah sakit terkait jasad bayi yang hilang. Selain itu, dewan juga meminta aparat kepolisian untuk menyelidiki kasus hilangnya jasad bayi dari keluarga miskin tersebut.

"Ini sangat memprihatinkan sekali. Komisi D akan meminta klarifikasi kedua rumah sakit tersebut baik Rumah Sakit Bakti Dharma Husada (BDH) dan rumah sakit Graha Medika," kata Baktiono, Ketua Komisi D di gedung DPRD Surabaya, Senin (27/1/2014).

Ia mengatakan, keluarga yang kehilangan jasad bayi adalah dari keluarga miskin. Dan pasien tersebut masih menggunakan surat keterangan tidak mampu.

"Baik itu orang mampu atau tidak, mandat rumah sakit harus tetap melayani pasien," terangnya.

Baktiono mengaku belum mengetahui apakah hilangnya jasad bayi itu karena menjadi korban pencurian. "Silahkan diusut setuntas mungkin, agar kejadian ini tidak terulang lagi di rumah sakit mana saja. Ini penting walaupun sudah meninggal itu hak keluarga," tuturnya.

Ketika disinggung mengenai dugaan pelanggaran standar operasional prosedur (SOP) pelayanan di kedua rumah sakit tersebut, Baktiono menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut ke kepolisian.

"Terserah dari kepolisian seperti apa, karena bayi tersebut sudah tidak ada. Padahal sudah disiapkan sesuatu untuk pemakaman. Dari rumah sakit itu sendiri kelihatannya juga kurang bertanggungjawab terhadap hilangnya jasad bayi itu," tandasnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, nasib malang dialami Agung Andika dan Sofi. Pasangan yang kos di Jalan Karangan, Wiyung ini bingung dan bertanya-tanya siapa yang menghilangkan jasad bayinya.

"Rabu (22/1/2014) kemarin, istri keponakan saya melahirkan di Rumah Sakit Graha Medika di Wiyung," kata Hari, paman Agung kepada wartawan di rumahnya, Jalan Putro Agung III, Sabtu (25/1/2014).

Sayangnya, bayi yang dilahirkan Sofi meninggal. Sofi sendiri mengalami pendarahan hebat. Pihak rumah sakit yang ada di Jalan Graha Sampoerna Indah itu lalu merujuk Sofi ke rumah sakit milik Pemkot Surabaya RS Bakti Dharma Husada (BDH) di Benowo.

"Keponakan saya tahu jika anaknya meninggal karena perawatnya sempat menunjukkan bayi itu. Bayi itu lalu dibawa ke suatu ruangan lalu dibungkus kain," lanjut Hari.

Tanpa sepengetahuan Agung yang sibuk mengurus keperluan istri dan si bayi, sang perawat meletakkan bayi itu di pangkuan Sofi yang sudah ada di dalam ambulance. Setelah sampai di RS BDH, Sofi kembali mendapat rujukan untuk dibawa ke RSU dr Soetomo.

"Alasannya stok darah habis sehingga harus dibawa ke RSU dr Soetomo," ujar Hari. (roi)

(roi/iwd)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini