"Sejak kapan (Ada brankas). Saya baru tahu ada brankas yang isinya duit ya sekarang ini," kata Stanny saat ditemui di kediamannya Jalan Margorejo Indah A 601, Kamis (23/1/2014).
"Katanya ada uang Rp 4 miliar itu sumbernya dari mana, disimpan dimana, disimpan siapa?" kata Stanny lagi.
Pria 4 anak dan 7 cucu ini menyampaikan, selama sekitar 25 tahun dirinya mengelola KBS, tidak pernah menemukan brankas dengan isi uang dengan nilai tersebut.
"Saya yang di situ (KBS) 25 tahun tidak pernah dengar ada uang sebesar itu," ujar dia.
Stanny memang tak mudah mengingat memorinya. Namun pria 86 tahun ini meyakinkan bahwas brankas yang dulu pernah ada di zaman kepengurusannya pada sekitar tahun 1981-2006 hanyalah berisi dokumen-dokumen penting.
"Dulu memang ada brankas di KBS, tapi isinya dokumen, bukan uang. Isinya ya dokumen-dokumen administrasi seperti surat menyurat," pungkas pengelola KBS pada 1981-2001 tersebut.
Keberadaan brankas ini terkuak setelah Risma menyampaikan hasil audit Universitas Airlangga (Unair), Selasa (21/1). Hingga saat ini belum diketahui isi brankas tersebut. Temuan itu telah dilaporkan ke KPK.
(bdh/trw)











































