Diduga pembuatan bom yang targetnya untuk meledakkan dua pos polisi dan empat tempat hiburan malam lainnya dibantu Isnaini Ramdhoni alias Dhoni yang baru saja tiba dari Poso. Namun, polisi belum bisa memastikan.
"Bisa jadi. Tapi semua keterkaitan serta dugaan terus kita selidiki dan dalami," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Awi Setyono kepada detikcom, Selasa (21/1/2014).
Dhoni yang asli Probolinggo memang baru dua hari di Surabaya. Lelaki itu sebelumnya di Poso. Di Surabaya tinggal bersama Abdul Majid di Jalan Tanah Merah Sayur I No 17 atau Tanah Merah IV Sayur 1 No 17 Kedung Cowek, Kedinding, Surabaya.
Abdul Majid dan Dhoni ditangkap tim Densus 88 Antiteror, Senin (20/1/2014) malam, di SPBU di kawasan Kedung Cowek.
Kapan bom dirakit? "Bom itu baru 2 hari dibuat," kata Awi.
Dari foto yang diperoleh detikcom, dua bom pipa itu dilapisi kain warna kuning dan putih. Ikut disita sejumlah telepon genggam, korek, martil juga tas punggung.
Selain 2 bom siap ledak, barang lain yang ditemukan yakni saklar, transistor 5 buah, lampu LED 12 buah, paku satu plastik kecil.
Kemudian ada paku panjang 5 cm 1 plastik, lem besi untuk menempelkan detonator di tabung besi serta dompet berisi uang Rp 4,7 juta.
(ze/gik)











































