Warga mengira dua orang yang dibekuk polisi berpakaian preman adalah pelaku kejahatan narkoba.
"Tadi warga menonton semuanya, dikira kasus sabu-sabu. Karena sering di sini (penangkapan pelaku kasus narkoba)," kata seorang pedagang nasi goreng Raja Rasa yang mengaku bernama Jerman, kepada detikcom, Senin (20/1/2014) malam.
Penangkapan itu berlangsung singkat, sekitar pukul 19.30 wib. Banyak polisi yang berada di halaman SPBU dan berada di jalan raya. Saat penangkapan, keduanya tidak melakukan perlawanan dan tidak terdengar suara tembakan.
"Saya lihat dua orang direbahkan di rerumputan di halaman pom bensin. Warga menonton banyak, polisi membawa senjata laras panjang pun teriak-teriak mengusir warga untuk bubar," kata Jerman yang depotnya di dekat SPBU.
Setelah penangkapan teroris jaringan Poso yang kabarnya mengendarai sepeda motor, Jerman mengaku tidak tahu dibawa kemana teroris itu.
"Sepertinya (keduanya) membawa sepeda motor, tapi saya nggak tahu pasti. Saya juga nggak tahu (pelaku) dibawa kemana, tapi polisinya banyak membawa beberapa mobil," ujarnya.
Pedagang nasi goreng ini awalnya tidak mengetahui, dua orang yang diamankan polisi adalah teroris. Dia baru menyadari jika keduanya teroris setelah ada penggerebekan di Tanah Merah Sayur I No 17. Pasalnya, di ujung Jalan Kalilom Lor I-jalur menuju ke lokasi itu penuh polisi dan warga yang menontotn.
"Pelanggan tadi banyak yang cerita, habis menontonnya," kata Jerman yang depotnya sekitar 1 kilometer dari tempat tinggal teroris anak buah Santoso.
Pantauan detikcom, SPBU ini sudah tutup sejak pukul 22.00 wib. Tapi masih warga banyak gerombol karena penasaran dengan lokasi penagkapan.
(roi/bdh)











































