Lamban Tangani Kasus Matinya Satwa KBS, Polisi Dianggap 'Malas'

Lamban Tangani Kasus Matinya Satwa KBS, Polisi Dianggap 'Malas'

Zaenal Effendi - detikNews
Senin, 20 Jan 2014 17:14 WIB
Lamban Tangani Kasus Matinya Satwa KBS, Polisi Dianggap Malas
Surabaya - Michael, singa jantan koleksi Kebun Binatang Surabaya (KBS) tewas di kandangnya dengan penuh kejanggalan. Namun, polisi yang melakukan penyelidikan, hingga kini belum juga menemukan titik terang.

Lambannya penyelidikan terhadap kematian Michael serta terlalu cepatnya Polrestabes Surabaya dalam memutuskan penemuan jarum suntik di depan kandang Rusa, membuat polisi dianggap 'malas'.

Hal ini diungkapkan, I Wayan Titib yang pernah menjabat sebagai Kabid Hukum, Administrasi dan SDM KBS, saat berbincang dengan detikcom, Senin (20/1/2014). Wayan mengaku takut dengan upaya penyelidikan atas kematian satwa di KBS yang tak pernah ada kejelasan.

"Yang saya takutkan aparat penegak hukum yang meneliti masalah kematian Michael. Dan saya yakin kesimpulannya adalah depresi atau stres. Karena kemauan untuk mengungkap tidak ada," ungkap dia.

Pria yang juga pengamat hukum dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya ini menyebut pihak kepolisian terkesan malas dalam menangani kasus kematian satwa KBS.

"Mereka malas. Buktinya sampai saat ini lambat sekali. Padahal semua bukti sudah ada," imbuh Wayan.

Wayan juga mengungkapkan kasus hilangnya 12 anakan komodo pada 13 September 2009 yang ditangani kepolisian namun hingga kini tidak ada kabarnya.

"Satu lagi bukti. Buktinya kasus 12 anak komodo hilang sampai sekarang tidak ada progres hukumnya," pungkas Wayan.

(bdh/bdh)
Berita Terkait