Warga Surabaya Gemar Makan Ikan Tapi Nelayan Awetkan Ikan dengan Formalin

Warga Surabaya Gemar Makan Ikan Tapi Nelayan Awetkan Ikan dengan Formalin

Norma Anggara - detikNews
Jumat, 17 Jan 2014 16:33 WIB
Surabaya - Dinas Pertanian (Distan) Kota Surabaya mengklaim Surabaya merupakan salah satu kota dengan tingkat konsumsi ikan tertinggi di Indonesia. Ada 9 kecamatan di Surabaya yang warganya banyak mengonsumsi ikan.

9 Kecamatan itu yakni Kenjeran, Bulak, Asemrowo, Krembangan, Benowo, Gununganyar, Rungkut, Sukolilo, dan Mulyorejo.

"Yang paling menonjol aktivitas konsumsi ikan ya 9 kecamatan itu," kata Kepala Bidang Perikanan dan Kelautan, Dinas Pertanian (distan) Surabaya Aris Munandar. Jumat (17/1/2014).

Maka dari itu, secara berkala Distan berinisiatif mengambil sampel ikan di 9 lokasi kecamatan itu. Aris pun juga melakukan uji lab.

"Itu (Uji lab) dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat kandungan zat berbahaya di dalamnya (ikan dan apapun olahan ikan)," terangnya.

Sayangnya ikan yang dikonsumsi mayarakat masih banyak yang diawetkan menggunakan formalin. Bukannya tanpa tindakan, Aris mengaku sudah secara rutin membina pedagang ikan maupun pelaku usaha produk hasil olahan perikanan untuk tidak menggunakan formalin ke dalam produk makanannya.

Untuk itu, nelayan terus diberi materi bagaimana cara mengolah dan mengemas makanan olahan ikan tanpa menggunakan bahan yang biasa dipakai untuk mengawetkan jenazah tersebut.

"Kami juga memberikan materi pengemasan dan pemasaran produk yang baik dan benar," lanjut Aris.

Para nelayan dan pedagang itu, lanjut dia, pun diajari tentang efek negatif penggunaan formalin pada makanan.

"Jika dikonsumsi terus-menerus dalam jangka panjang, bahan tersebut bisa menyebabkan kerusakan organ dalam. Seperti, saluran pencernaan, hati, paru-paru, saraf, ginjal, hingga organ reproduksi. Karena itulah, siapapun yang masih nekat menggunakan formalin untuk pengawet makanan, bisa dijerat dengan sanksi pidana," pungkas dia.

(nrm/iwd)
Berita Terkait