Dirut Operasional KBS Anggap Temuan Jarum Suntik Hal Biasa

Dirut Operasional KBS Anggap Temuan Jarum Suntik Hal Biasa

Norma Anggara - detikNews
Kamis, 16 Jan 2014 16:51 WIB
Dirut Operasional KBS Anggap Temuan Jarum Suntik Hal Biasa
Surabaya - Polisi masih memeriksa temuan jarum suntik yang terselip di pohon depan kandang Rusa Timor KBS. Jarum suntik yang berukuran sekitar 3-5 3 cc ini memuliki ujung serabut dari benang wol.

Direktur Operasional dan Umum KBS, drh Liang Kaspe yang juga ikut memeriksa jarum suntik itu nyatanya hanya berkata enteng.

"Sudah jangan cerewet, itu hal biasa," ujar drh Liang usai keluar dari ruang Klinik dan Karantina Satwa KBS, Kamis (16/1/2014).

Liang juga terus berjalan cepat meninggalkan ruang Klinik dan Karantina Satwa. Ia beralasan sedang ditunggu pasien di rumah sakit hewan Jalan Setail.

"Saya sedang ditunggu pasien," pungkas drh Liang.

Sementara, Kapolsek Wonokromo Kompol Roman mengaku telah berkoordinasi dengan tim medis satwa KBS. Bahwa benar tim medis di KBS sudah biasa memberi penanganan medis kepada satwa melalui jarum suntik.

"Jarum suntik itu diakui milik tim medis KBS," kata Kompol Roman usai memeriksa di ruang Klinik dan Karantina Satwa KBS.

"Dan (jarum suntik) merupakan hal yang wajar ditemukan di KBS. Diyakini sejak dulu tim medis di sini bila memberi penanganan obat-obatan seperti obat bius, vitamin dan antibiotik ada yang melalui jarum suntik seperti ini," kata Roman lagi.

Tim medis KBS biasanya juga menggunakan alat semacam pipa panjang untuk meniupkan jarum suntik berukuran 3-5 cc itu. Hal ini dilakukan khusus untuk satwa yang belum jinak dan susah ditangkap.

"Jarum suntik yang ditiup ini khusus digunakan untuk satwa yang susah ditangkap," tambah Roman.

Lalu mengapa jarum suntik kosong itu bisa terselip di pohon depan kandang Rusa Timor?

"Kemungkinan saat ditembakkan, alat suntik itu masih melekat di tubuh satwa, belum bisa diambil saat itu juga. Dan ada kemungkinan, petugas medis itu menitipkan kepada keeper untuk membantu mengambil alat suntik itu dari tubuh satwa, kemudian bisa dikembalikan ke tim medis," pungkas Roman.

Sementara itu, barang bukti jarum suntik kosong masih diperiksa oleh tim identifikasi Polrestabes.

(bdh/bdh)
Berita Terkait