Kabag Humas Pemkot Surabaya, M Fikser membenarkan hal ini. "Benar ada 23 CPNS yang mundur," kata M Fikser, Kamis (16/1/2014).
Sebanyak 23 CPNS itu, lanjut dia, terdiri dari 19 guru, 2 tenaga perawat, 1 tenaga bidan dan 1 ahli konsultan hukum. Pemkot Surabaya merasa dirugikan atas 23 CPNS yang mundur. Pasalnya, posisi tenaga pengajar, perawat, bidan dan konsultan hukum menjadi kosong.
"Ya rugi, sumber daya kami nggak bisa maksimal," pungkas Fikser.
Sebelumnya diberitakan, dari kebutuhan 375 CPNS baru, Pemkot Surabaya nyatanya hanya mengumumkan 366 peserta lulus saringan CPNS. Pemkot Surabaya membutuhkan 200 tenaga pendidik, 100 tenaga kesehatan dan 75 tenaga tehnik. Formasi di tenaga kesehatan terpenuhi, hanya formasi tenaga pendidik dan teknik yang belum terpenuhi seluruhnya.
(nrm/fat)










































