Juragan Batu Bata Diarak Massa Diduga Selingkuhi Istri Karyawan

Juragan Batu Bata Diarak Massa Diduga Selingkuhi Istri Karyawan

Ghazali Dasuqi - detikNews
Rabu, 15 Jan 2014 15:58 WIB
Juragan Batu Bata Diarak Massa Diduga Selingkuhi Istri Karyawan
Foto: Ghazali Dasuqi
Situbondo - Seorang juragan batu bata di Situbondo diarak massa, Rabu (15/1/2014). Pria berinisial FD (51) digelandang massa ke kantor Desa Peleyan Kecamatan Kapongan, karena dicurigai berselingkuh dengan wanita berinisial SS (23), yang tak lain istri mantan karyawannya.

Puluhan massa sempat mengepung kantor desa saat FD dan SS diamankan di lokasi tersebut. Bahkan, sang mantan karyawan, Darmawan (24), dan ibunya, Bu Tomi (50), yang ikut datang sempat mencak-mencak dan histeris. Mereka menuding kehadiran FD di tengah keluarga mereka sebagai perusak rumah tangga.

Sang mantan juragan itu dinilai seringkali membawa SS dengan alasan bekerja, bahkan hingga larut malam.

"Sebelumnya saya ini karyawannya, orang kepercayaannya di perusahaan batu bata. Istri saya juga kerja ke dia (FD, red). Tapi lebih dua bulan ini istri saya sering dibawa dan dibonceng dengan alasan bekerja. Ini tidak wajar dan pasti ada apa-apa. Saya tentu tidak terima," kata Darmawan kepada detikcom.

Keterangan yang dihimpun detikcom menyebutkan, sebelum dicurigai berselingkuh dengan istrinya FD konon kerap datang ke rumah karyawannya yakni pasutri Darmawan-SS. Namun, sejak beberapa bulan terakhir, FD yang warga Kelurahan Patokan Kecamatan Situbondo itu dicurigai ada main dengan SS.

Indikasinya, SS konon sering dibawa dengan alasan dipekerjakan membantu mengasuh bayi kerabatnya. Tidak hanya pulang larut malam, SS bahkan pernah menginap hingga beberapa malam.

Kecurigaan itu mencapai puncaknya, saat FD kembali berkunjung ke rumah SS di Desa Peleyan Kecamatan Kapongan. Warga yang curiga langsung menggerebek FD dan menggelandangnya ke kantor Desa Peleyan. Saat diintrogasi di kantor desa, FD mengelak jika telah menjalin hubungan gelap dengan SS.

Menurut dia, SS dibawanya untuk bekerja membantu mengasuh cucunya di kawasan Kota Situbondo yang baru dilahirkan.

"Tidak saya bawa kemana-mana, dia mengasuh cucu saya. Saya tidak pamit, karena dia bilang sudah cerai dengan suaminya," tandas FD.

Pembelaan FD itu membuat kerabat dan keluarga Darmawan makin emosi. Mereka sempat menggebrak-gebrak meja dan nyaris menghakimi FD. Melihat situasi makin panas, perangkat kantor Desa Peleyan langsung mengontak polisi dan segera membawa FD dan SS menuju Mapolsek Kapongan.

"Tadi yang menggerebek warga, dan kami hanya mengamankan. Sekarang sudah ditangani oleh polisi," kata Kepala Desa Peleyan Jumadin.

Kapolsek Kapongan, AKP M Subakri mengatakan, pihaknya hanya mengamankan sepasang pria dan wanita yang diduga berselingkuh. Namun, untuk penanganan perkaranya langsung dilimpahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Situbondo.

"Penangan perkaranya kami serahkan ke Polres. Tadi pria adan wanitanya juga sudah kami bawa ke Polres Situbondo," papar AKP M Subakri.

(fat/fat)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini