Satwa-satwa Koleksi KBS yang Mati Tragis di Awal 2014

Satwa-satwa Koleksi KBS yang Mati Tragis di Awal 2014

Triono Wahyu S - detikNews
Rabu, 15 Jan 2014 11:52 WIB
Satwa-satwa Koleksi KBS yang Mati Tragis di Awal 2014
Jakarta - Awal tahun 2014 ditandai dengan kematian beberapa satwa koleksi Kebun Binatang Surabaya (KBS). Ada yang mati normal, ada yang tragis. KBS pun jadi sorotan.

Media asing bahkan memberitakan KBS. Dituliskan Daily Mail, Kamis (9/1/2014), KBS telah menimbulkan kemarahan para pembaca setelah pemberitaan mengenai buruknya kondisi hewan-hewan di sana. Dalam tulisan sebelumnya, Daily Mail menjuluki KBS sebagai 'zoo of death' alias kebun binatang kematian.

Dirangkum dari pemberitaan detikcom, ada 3 satwa koleksi KBS yang mati beruntun awal tahun ini. Apa saja dan mengapa mereka mati?

1. Gnu

Nama lain gnu adalah wildebeest. Herbivora asal Afrika ini sejenis antelope atau mirip sapi. Mereka tinggal dalam kawanan dan hidup di savana.

Gnu koleksi KBS yang dinamai 'Dedy' itu mati, Senin (6/1/2014) lalu. Ia mengalami kembung. Padahal sehari sebelumnya hewan berusia 4 tahun itu terpantau sehat.

"Hasil autopsi, Dedy mengalami tympani atau kembung. Mungkin faktor kelembaban kandang, karena hari Sabtu dan Minggu (4-5/1/2014) kan hujan," kata Humas KBS Agus Supangkat, Senin (6/1/2014).

2. Singa Afrika

Hanya berselang sehari dari kematian gnu, singa Afrika bernama Michael ditemukan mati di kandangnya dengan kondisi mengenaskan, Selasa (7/1). Lehernya terjerat tali penutup pintu. Posisinya seperti orang gantung diri.

Berdasarkan autopsi, Michael mati karena kehabisan nafas. Namun soal posisinya yang seperti gantung diri, jadi pertanyaan orang. Polisi turun tangan. Sayang, saat polisi memulai penyelidikan, TKP atau kandang sudah banyak berubah.

Polisi sudah memeriksa saksi-saksi terkait kejadian tragis ini. Namun hingga saat ini belum diketahui pasti apakah raja hutan berusia 1,5 tahun itu mati 'normal' atau dibunuh.

3. Kambing Gunung

Pas hari libur, tepatnya Selasa (14/1), seekor kambing gunung ditemukan mati oleh petugas keamanan KBS dan Satpol PP saat melakukan patroli. ia tergeletak begitu saja di kandang. Belum diketahui penyebabnya.

Untuk mengetahui penyebab kematian satwa bernama latin Oreamnos americanus itu, pihak KBS mengaku sudah melakukan otopsi. Namun hasilnya belum diungkapkan.

"Belum diketahui apa penyebabnya. Nanti saja akan kita lakukan rilis," kata Dirut Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) KBS Ratna Achjuningrum kepada detikcom, Rabu (15/1/2014).
Halaman 2 dari 4
(trw/mad)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini