Eksotisme Jalur Darat dan Laut Pantai Teluk Ijo

Eksotisme Jalur Darat dan Laut Pantai Teluk Ijo

Putri Akmal - detikNews
Senin, 13 Jan 2014 17:52 WIB
Eksotisme Jalur Darat dan Laut Pantai Teluk Ijo
Foto: Putri Akmal
Banyuwangi - Teluk Ijo ini sebuah pantai yang namanya belum terlalu dikenal. Namun keindahan pantai ini patut dinamai sebagai surga tersembunyi milik Banyuwangi.

Teluk Ijo terletak di Desa Sarongan Kecamatan Pesanggaran Banyuwangi. Jika berangkat dari Banyuwangi kota, dibutuhkan waktu kurang lebih 3-4 jam perjalanan darat untuk tiba di lokasi ini.

Sebelum tiba di Teluk Ijo, wisatawan ditantang rela membayar perjuangan yang tidak mudah. Pasalnya, saat masuki sebagian wilayah Desa Sarongan hingga pos Teluk Ijo, wisatawan disuguhi jalan yang membuat badan terguncang. Situasi ini sengaja dibuat sedemikian rupa karena pantai yang masih perawan ini berada di wilayah konservasi Taman Nasional Meru Betiri.

Plt Kepala Dinas Pariwisata Banyuwangi, Mohammad Yanuarto Bramuda yang mendampingi dBlogger kunjungi Telok Ijo menguraikan, sesampainya di Pos Teluk Ijo wisatawan bisa menempuh jalur tracking sejauh 2 Km. Perjalanan ini bisa ditempuh kurang lebih 1 jam dan tentunya jalur tracking licin, terjal, berbatu dan curam akan jadi suguhan pembuka saat perjalanan.

Tidak heran jika banyak wisatawan terpeleset saat lalui jalur ini. Namun perjalanan dengan medan berat itu akan sebanding dengan pemandangan hamparan laut berwarna hijau, halusnya butiran pasir gotri, bebatuan karang yang meliuk indah disepanjang dinding Teluk Ijo dan suara deburan ombak pantai.

Meski begitu, pria yang akrab disapa Bram ini menambahkan, ada beberapa hal yang perlu di evaluasi seiring peningkatan jumlah kunjungan wisatawan ke Teluk Ijo.

"Di waktu tertentu di luar liburan dan weekend rencana akan kita bisa jadikan waktu liburan eksklusif bagi tamu mancanegara. Selain itu kunjungan kesini baik via darat dan laut akan diberi batasan pengunjung agar jumlah wisatawan terkendali dan nyaman berada di Teluk Ijo," kata Yanuarto Bramuda kepada detikcom saat berbincang di pinggir Pantai Teluk Ijo.

Menurut Bram, jumlah ideal pengunjung ke Teluk Ijo ini tidak lebih dari 300 orang. Sebab, bibir pantai Teluk Ijo hanya 200 meter, tak heran jika pantai yang khas dengan air laut berwarna hijau ini bak pulau pribadi.

Mengunjungi keindahan Teluk Ijo memang bisa ditempuh dengan 2 cara, yakni lewat jalur darat atau jalur laut. Perjalanan jalur laut bisa dimulai dengan membawa perahu dari Pantai Rajegwesi. Sensasi tantangan lewati hempasan ombak yang tinggi ombaknya tak bisa dipredikasi menjadikan jalur laut miliki kesan petualangan yang berbeda.

Waktu tempuhnya pun cukup singkat, dari bibir pantai Teluk Ijo atau sebaliknya, dibutuhkan waktu sekitar 15 hingga 20 menit. Namun lagi lagi Bram serta detikcom berikan beberapa catatan tersendiri baik perjalanan jalur darat atau laut.

"Keamanan seperti pembatas di sepanjang tebing menuju Teluk Ijo, payung pantai serta alas untuk beristirahat, fasilitas kebersihan, rompi pelampung sesuai standart di perahu dan guide dengan memberdayakan pemuda sadar wisata perlu disiapkan lebih matang," pungkasnya.

Banyuwangi yang kini sedang menggenjot penerapan ekowisata bukanlah tanpa alasan. Bupati Anas saat ditemui detikcom secara terpisah menjelaskan, konsep ekowisata dianggap sebagai win-win solution tourism.

Menurut Anas, perpaduan lengkap antara dataran tinggi, pantai, dan kawasan hutan dengan kekayaan flora fauna merupakan potensi yang tak ternilai. Belum lagi potensi budaya masyarakat Using dan kawasan pesisir yang sangat luar biasa. Kesenian gandrung, seblang, hingga kebo-keboan memperkaya khazanah kebudayaan lokal Banyuwangi.

"Bisa dikatakan, Banyuwangi punya segala yang dibutuhkan untuk ekowisata. Sembari berbenah, pemasaran ekowisata Banyuwangi pelan tapi pasti terus ditingkatkan. Hasilnya mulai terasa, banyak wisatawan yang berkunjung, ekonomi masyarakat pun meningkat lantaran kenaikan permintaan suvenir, makanan, serta sarana penunjang lainnya," tandas Anas.

Acara dBlogger Plesir Nang Banyuwangi ini didukung oleh Pemkab Banyuwangi, d'blogger Surabaya dan Sunrise Of Java.

(fat/fat)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini