Menurut sekretaris Komisi B, Rio Pattiselano, pihaknya menemukan sejumlah kejanggalan kematian salah satu singa jantan KBS yang 'gantung diri' di depan pintu kandang.
"Harapan kami Polrestabes Surabaya bisa segera mengungkap kematian singa KBS. Karena dilihat dari foto, dan saat kita meninjau lokasi kandang, kematiannya penuh kejanggalan," kata Rio Pattiselano kepada wartawan, usai melakukan sidak di KBS, Senin (13/1/2014).
Rio berharap, dalam penyelidikan, polisi tidak mengesampingkan bukti foto yang sudah tersebar di media, serta memeriksa polisi hutan (polhut) maupun petugas KBS yang pertama kali menemukan Michael tergantung.
Bahkam, pernyataan keras diungkapkan anggota Komisi B lainnya. Agustin Poliana meyakini jika singa tersebut diduga kuat dibunuh. Ia mencontohkan, saat dirinya bersama anggota dewan lain melakukan kunjungan terdapat dua harimau yang sama sekali tidak terusik dengan kedatangan para anggota dewan.
"Apalagi dari pengakuan drh Liang Kaspe (dirut operasioanal KBS), bahwa Michael setelah diberi makan sore selalu tidur. Berarti saat kejadian ada yang mengusik dia. Ditambah dari fotonya dia terlilit kawat pembuka pintu," kata dia.
Tak hanya itu, politisi PDIP ini juga mendapat pengakuan dari keeper kandang. Michael saat ditemukan tergantung handle pintu penarik kawat posisinya di atas sehingga kawat pembuka pintu yang ada di dalam kandang kendur.
"Berarti ada dugaan kawat sengaja dikendurkan, apalagi posisi tergantung menghadap ke barat. Kalaupun melompat dari tempat tidurnya yang berada di barat, singa harusnya meninggalnya menghadap ke timur, tapi ini ke barat," ungkap dia dengan nada penuh keheranan.
(bdh/bdh)











































